IMG-20260629-WA0278

Gerak Cepat Polisi, Pembunuhan Siswi SMP di Simalungun Terungkap dalam 5 Jam

SIMALUNGUN  | MATANEWSTV.com — Kepolisian Resor Simalungun bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap seorang siswi SMP berinisial ZR (15). Kurang dari lima jam sejak jasad korban ditemukan, pelaku berhasil diamankan. Mengejutkannya, tersangka merupakan remaja seusia korban, AH (15), yang juga masih berstatus pelajar SMP.

Kasus ini terungkap pada Minggu malam, 28 Desember 2025, berkat kolaborasi cepat antara Polsek Serbelawan dan Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun. Motif pembunuhan dinilai sangat memprihatinkan dan menjadi alarm keras persoalan sosial di kalangan remaja.

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menyampaikan apresiasi atas kinerja tim yang dinilai sigap dan profesional.

“Sejak penemuan mayat sore hari hingga penangkapan pelaku pada malam hari, hanya membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima jam. Ini menunjukkan respons cepat dan dedikasi tinggi personel di lapangan,” ujar Verry, Senin (29/12/2025).

Ditemukan di Perkebunan

Korban diketahui merupakan siswi kelas IX SMP Negeri 2 Tapian Dolok, warga Nagori Dolok Ulu. Jasadnya ditemukan di areal perkebunan PT Bridgestone, Jalan Besar Dolok Ulu Blok Z 24.

Penemuan bermula saat dua saksi, karyawan dan petugas keamanan perusahaan, curiga melihat banyak lalat hijau di lokasi sekitar pukul 15.45 WIB. Setelah didekati, mereka menemukan sesosok mayat perempuan dalam kondisi telungkup.

Tim Inafis Polres Simalungun bersama Polsek Serbelawan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti diamankan, antara lain satu unit telepon genggam, uang tunai, serta dua batang kayu yang diduga digunakan pelaku.

Situasi menjadi haru ketika orang tua korban tiba di lokasi dan memastikan jasad tersebut adalah anaknya.

Pelaku Ditangkap di Rumah Kerabat

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Herison Manullang menyebutkan, hasil penyelidikan cepat mengarah pada AH, yang kemudian diamankan sekitar pukul 19.30 WIB di rumah kakaknya di Nagori Nagur Usang, Kecamatan Tapian Dolok.

Pelaku mengakui perbuatannya. Berdasarkan pemeriksaan awal, AH melakukan kekerasan secara brutal terhadap korban, mulai dari mencekik, memukul dengan batu dan kayu, hingga menusuk tubuh korban berulang kali.

Motif Uang Aborsi

Fakta yang paling mengejutkan adalah motif pembunuhan. Polisi mengungkap korban meminta uang kepada pelaku untuk membeli obat penggugur kandungan karena diduga tengah hamil.

“Motif ini sangat memprihatinkan dan menjadi perhatian serius. Kasus ini menunjukkan persoalan kompleks dalam pergaulan remaja yang perlu pengawasan lebih dari semua pihak,” kata AKP Verry.

Diproses Sesuai Hukum Anak

Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk dilakukan visum dan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis.

Polisi menegaskan, meski pelaku masih di bawah umur, proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

“Kami berkomitmen menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan tuntas. Ini juga menjadi pengingat bagi orang tua dan lingkungan untuk lebih peduli terhadap pergaulan anak-anak,” tutup Kasi Humas.

🔶 Ilham Lubis

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 Biru-dan-Kuning-Modern-Strategi-Digital-Marketing-Untuk-Umkm-Presentation-20260521-175307-0000
Baca juga   Lapas Rantauprapat Bagikan 165 Paket Sembako kepada Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *