IMG-20260629-WA0278

Dugaan Korupsi Proyek Jalan Pelabuhan Belawan, PT Pelindo Diduga Terlibat

BELAWAN  |  matanewstv.com

Proyek pembangunan Jalan Pelabuhan Raya Belawan senilai Rp3 miliar yang dianggarkan negara kembali menuai sorotan.

Jalan sepanjang 100 meter tersebut rusak parah, tergenang air, dan penuh lubang meski telah bertahun-tahun sejak pengerjaannya dimulai. Kondisi ini memicu dugaan adanya tindak pidana korupsi yang menyeret nama PT Pelindo.

Kerusakan jalan yang menjadi akses utama menuju Pelabuhan Internasional Belawan ini berdampak serius.

Kemacetan panjang menjadi pemandangan sehari-hari, bahkan insiden seperti truk kontainer yang terperosok di depan SPBU Kampung Salam turut memperparah situasi.

Rion Arios, SH, MH, tokoh masyarakat Medan Utara sekaligus advokat, mengkritik keras lambatnya penyelesaian perbaikan jalan ini.

Ia menegaskan, Jalan Pelabuhan Raya Belawan memiliki peran vital, tidak hanya sebagai jalur masyarakat beraktivitas, tetapi juga sebagai akses strategis menuju jalan tol Belmera dan Pelabuhan Internasional.

Kondisi jalan yang rusak ini tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga pelaku usaha. Jika dibiarkan, PT Pelindo bisa dianggap sebagai penghambat pertumbuhan sektor usaha di kawasan ini,” ujar Rion.

Ia juga mengaku malu melihat kondisi jalan yang tidak mencerminkan statusnya sebagai akses menuju pelabuhan internasional.

Seharusnya ini menjadi prioritas utama, karena menyangkut citra daerah dan kepentingan ekonomi,” tambahnya.

Rion menduga ada indikasi tindak pidana korupsi dalam pembangunan jalan tersebut.

Ia mendesak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menelusuri kembali anggaran dan proses pengerjaan proyek tersebut.

Selain itu, ia berharap Camat Belawan membentuk tim khusus guna mempercepat perbaikan jalan.

Polres Pelabuhan Belawan patut diapresiasi atas langkah mereka meninjau kerusakan jalan ini dan memanggil sejumlah pihak terkait. Namun, upaya ini harus diiringi dengan tindakan tegas terhadap dugaan penyimpangan,” ungkap Rion.

Pada pertengahan Juli 2024, Kanit Tipikor Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Hamzah Nodi, bersama tim telah melakukan pemeriksaan lapangan dan menerima laporan masyarakat terkait genangan air yang menjadi penyebab kerusakan jalan.

Ketika dikonfirmasi, pihak Humas PT Pelindo, Sabtia, tidak memberikan tanggapan. Pesan yang dikirim melalui layanan WhatsApp pun tidak direspons.

Sikap bungkam ini semakin memunculkan kekecewaan publik dan menambah keraguan terhadap komitmen PT Pelindo dalam menyelesaikan masalah ini.

Masyarakat berharap perbaikan segera dilakukan demi kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial di kawasan tersebut.

Penyelidikan atas dugaan korupsi di proyek ini juga diharapkan dapat memberikan keadilan dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana negara.

(Fs)

 

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 Biru-dan-Kuning-Modern-Strategi-Digital-Marketing-Untuk-Umkm-Presentation-20260521-175307-0000
Baca juga   Polres Simalungun Kawal Perbaikan Jalan di Tanah Jawa, Lalu Lintas Dialihkan Demi Kelancaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *