Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000IMG-20260521-WA0048

Dirjenpas Mashudi Tinjau Sejumlah Rutan di Jawa Tengah, Soroti Overcrowded hingga Pembinaan Kemandirian,

MATANEWSTV.com | Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) Mashudi melakukan rangkaian peninjauan ke tiga Rumah Tahanan Negara (Rutan) di wilayah Jawa Tengah, Senin (1/12/2024).

Kunjungan ini bertujuan memastikan kualitas pelayanan, pembinaan warga binaan, serta perkembangan pembangunan sarana dan prasarana pemasyarakatan.

Adapun lokasi yang dikunjungi meliputi Rutan Kelas IIB Salatiga, Rutan Kelas IIB Boyolali, dan Rutan Kelas I Surakarta. Peninjauan ini juga merupakan bagian dari evaluasi layanan pemasyarakatan yang terus ditingkatkan di seluruh Indonesia.

Soroti Overcrowded di Rutan Salatiga

Mengawali kunjungan di Rutan Kelas IIB Salatiga, Mashudi meninjau langsung kondisi hunian yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas cukup signifikan.

Dengan daya tampung hanya 56 orang namun dihuni 182 warga binaan, persoalan overcrowded menjadi perhatian utama.

“Dengan kondisi seperti ini, standar layanan harus tetap terjaga. Keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi alasan menurunnya pelayanan dasar,” ujar Mashudi dalam keterangannya, Kamis (4/12/2025).

Ia juga mengecek dapur rutan untuk memastikan kebersihan, penyimpanan bahan pangan, serta alur distribusi makanan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, blok hunian berstatus cagar budaya turut menjadi objek pemeriksaan, mengingat kebutuhan perawatan teknis agar bangunan tetap terjaga.

“Pemenuhan kebutuhan harian warga binaan, termasuk layanan hunian dan kualitas dapur, harus tetap diutamakan,” tegasnya.

Tinjau Pembinaan Kemandirian di Boyolali

Kunjungan berlanjut ke Rutan Kelas IIB Boyolali, yang menampilkan berbagai program pembinaan kemandirian berbasis pertanian.

Mulai dari budidaya melon sweet lavender hingga penguatan ketahanan pangan melalui kelapa hibrida, cabai, lele, sawi, dan kacang panjang.

Salah satu capaian yang diapresiasi adalah panen lele sekitar 200 kilogram setiap tiga bulan. Sebagian hasilnya bahkan dibeli vendor bahan makanan sesuai kebijakan alokasi kontrak 5 persen untuk pemberdayaan ketahanan pangan Lapas/Rutan.

Dirjenpas Mashudi juga mendatangi Balai Latihan Kerja (BLK), tempat warga binaan memproduksi cocoshade dan keset sabut kelapa.

Kepada pejabat pengadaan, ia menegaskan pentingnya mengutamakan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan makanan.

“Pengadaan bahan makanan harus memberi manfaat bagi masyarakat lokal. Libatkan pengusaha setempat agar Rutan bisa menjadi penggerak ekonomi daerah,” ucapnya.

Tinjau Proyek Pembangunan Hunian Baru di Surakarta

Rangkaian kunjungan ditutup di Rutan Kelas I Surakarta. Mashudi memantau progres pembangunan blok hunian baru dan meminta pengerjaan proyek dipercepat tanpa mengabaikan aspek pengamanan.

Ia menekankan bahwa setiap pembangunan harus melalui kajian kerawanan yang komprehensif, mulai dari analisis titik rawan, akses pengawasan, pemasangan CCTV, hingga mitigasi risiko gangguan keamanan.

“Kami memastikan jajaran Pemasyarakatan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, serta penguatan keamanan di seluruh Lapas dan Rutan agar keberadaannya semakin memberi manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

( Ali Doar Nasution S.Pd)

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 Biru-dan-Kuning-Modern-Strategi-Digital-Marketing-Untuk-Umkm-Presentation-20260521-175307-0000
Baca juga   Lapas Rantauprapat Semarakkan HBP ke-62 dengan Aksi Nyata, Salurkan Gerobak UMKM untuk Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *