RANTAUPRAPAT, MATANEWSTV.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat terus memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian. Pada Kamis (8/10/2026), jajaran Lapas Rantauprapat melaksanakan penanaman bibit timun di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.
Kegiatan diawali dengan penanaman bibit timun secara simbolis oleh Kepala Lapas (Kalapas) Rantauprapat bersama jajaran pejabat struktural dan petugas. Program ini menjadi bagian dari pemanfaatan lahan SAE untuk kegiatan pertanian yang edukatif, produktif, dan berkelanjutan.
Melalui program tersebut, warga binaan yang mengikuti pembinaan kemandirian dan menjalani program asimilasi diberikan kesempatan untuk mempelajari praktik pertanian secara langsung. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk kembali beradaptasi dan berdaya guna di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kalapas Rantauprapat mengatakan, penanaman bibit timun tidak sekadar bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan dalam mengembangkan kemampuan bercocok tanam.
“Kami berharap kegiatan penanaman bibit timun ini dapat berjalan optimal hingga masa panen, sekaligus menjadi sarana edukasi bercocok tanam yang bermanfaat nyata bagi warga binaan,” ujar Kalapas Rantauprapat.
Setelah penanaman, proses perawatan dan pengelolaan tanaman akan dilakukan secara berkelanjutan dengan pendampingan petugas pembina kemandirian. Warga binaan turut dilibatkan dalam setiap tahapan, mulai dari pemeliharaan tanaman hingga persiapan panen.
Hasil panen timun nantinya direncanakan untuk mendukung kebutuhan internal Lapas serta dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat tidak hanya dalam aspek pembinaan, tetapi juga dalam mendukung ketersediaan pangan dan mengoptimalkan potensi ekonomi dari lahan SAE.
Program penanaman tersebut menjadi salah satu bentuk upaya Lapas Kelas IIA Rantauprapat dalam mengembangkan pembinaan yang berorientasi pada keterampilan praktis, kemandirian, dan kesiapan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan pertanian yang terarah dan berkelanjutan, Lapas Rantauprapat berharap warga binaan dapat memperoleh pengalaman nyata yang bermanfaat sebagai modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas.
(Ali Doar Nasution S. Pd)


















