MATANEWSTV.com | BATU BARA — Personel Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) Polres Batu Bara melakukan monitoring ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) serta memantau harga kebutuhan pokok di seluruh wilayah hukumnya, Rabu (29/4/2026). Hasilnya, stok BBM secara umum masih dalam kondisi mencukupi, meski ditemukan sejumlah titik yang mengalami kekosongan pada jenis tertentu.
Berdasarkan data yang dihimpun dari 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Batu Bara, sebagian besar ketersediaan BBM seperti Pertalite, Pertamax, hingga Dexlite masih relatif stabil. Namun, beberapa SPBU dilaporkan mengalami kekosongan Bio Solar dan Pertamax, bahkan ada yang mencatat stok nol pada jenis BBM tertentu.
Sejumlah SPBU yang terpantau mengalami kekosongan antara lain di wilayah Tanjung Tiram, Datuk Tanah Datar, dan Sei Suka. Kekosongan ini didominasi pada BBM subsidi, khususnya Bio Solar, serta sebagian Pertalite dan Pertamax.
Sat Intelkam Polres Batu Bara mencatat, kondisi tersebut bukan disebabkan kelangkaan, melainkan adanya keterlambatan distribusi dari Depot Pertamina Labuhan Belawan. Meski demikian, distribusi BBM saat ini dilaporkan mulai kembali berjalan secara bertahap ke sejumlah SPBU.
“Secara umum stok BBM masih mencukupi dan tidak ditemukan antrean panjang kendaraan di SPBU. Aktivitas pengisian berjalan normal, situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” demikian hasil catatan monitoring.
Selain itu, hasil pengawasan juga menunjukkan tidak adanya lonjakan signifikan dalam permintaan BBM di masyarakat. Kondisi ini turut menjaga stabilitas distribusi di tengah keterlambatan pasokan yang sempat terjadi.
Pihak kepolisian terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Batu Bara. Koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pengelola SPBU dan Pertamina, juga terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi ke depan.
Secara keseluruhan, situasi ketersediaan BBM di Kabupaten Batu Bara dinilai masih terkendali, meski diperlukan pemerataan distribusi agar tidak terjadi kekosongan di beberapa titik, khususnya pada BBM bersubsidi.
(Nain)

















