MATANEWSTV.com | Medan, — PT Prima Multi Terminal (PT PMT) mencatat tonggak penting dalam pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung dengan melayani kapal peti kemas milik Samudera Shipping Line Ltd (SSL) untuk pertama kalinya. Kapal MV Sinar Bajo sandar di dermaga dalam PMT pada Kamis (16/4/2026), menandai pembukaan jalur pelayaran rutin internasional yang memperkuat posisi pelabuhan tersebut di Selat Malaka.
Kapal berbendera Singapura dengan panjang 171,9 meter itu memiliki kapasitas hingga 2.000 TEUs. Dalam pelayaran perdananya, MV Sinar Bajo mengangkut sekitar 400 boks peti kemas dengan rute Singapura–Belawan–Kuala Tanjung–Singapura.
Direktur Utama PT PMT, Rudi Susanto, menyebut kedatangan kapal tersebut sebagai momentum penting untuk mendorong peningkatan arus peti kemas di Kuala Tanjung.
“Kehadiran MV Sinar Bajo menjadi milestone dalam meningkatkan aktivitas logistik di Kuala Tanjung. Kami terus menyiapkan operasional agar kegiatan logistik berjalan efisien dan aman,” ujar Rudi dalam keterangan pers, Sabtu (18/4/2026).
Ia menambahkan, masuknya SSL memperkuat daya tarik Kuala Tanjung sebagai pelabuhan yang mulai dilirik dalam jaringan pelayaran internasional. Ke depan, PMT menargetkan semakin banyak kapal berkapasitas besar bersandar di pelabuhan tersebut.
Senada, Senior Vice President Komersial dan Hubungan Pelanggan PT Pelindo Terminal Petikemas, Muchammad Ali Afandi, menilai bertambahnya operator pelayaran akan memberikan efek berantai terhadap pertumbuhan logistik dan kawasan industri di sekitar pelabuhan.
“Penambahan layanan pelayaran akan memperbesar peluang pertumbuhan, baik bagi pelabuhan maupun kawasan industri,” ujarnya.
Dari sisi operator, Kuala Tanjung Branch Head PT Samudera Agencies Indonesia, Arrayyan Averus Chairan, memastikan layanan ini akan beroperasi secara rutin setiap pekan.
“Kami akan melayani rute ini secara berkala. Ini menjadi peluang bagi pelaku usaha di Sumatera Utara untuk memanfaatkan kapasitas pengiriman yang tersedia,” katanya.
Ia menambahkan, kedekatan Kuala Tanjung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei serta sejumlah kawasan industri lainnya menjadi faktor strategis dalam pengembangan rute tersebut.
Dukungan juga datang dari Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Sumatera Utara. Ketua DPW ALFI/ILFA Sumut, Surianto, menilai kehadiran kapal SSL secara rutin akan meningkatkan kepercayaan pemilik kargo di wilayah hinterland Kuala Tanjung.
“Semakin banyak kapal besar yang melayani bongkar muat, maka pilihan rute semakin beragam dan distribusi barang akan semakin berkembang,” ujarnya.
Penyambutan kapal perdana ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kuala Tanjung, Bea Cukai, Imigrasi, hingga perwakilan Pelindo dan pelaku usaha logistik.
Secara proyeksi, layanan SSL diperkirakan menyumbang throughput sekitar 1.600 TEUs per bulan atau 19.200 TEUs per tahun. Dengan beroperasinya layanan internasional secara rutin, Pelabuhan Kuala Tanjung diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai simpul logistik strategis di Selat Malaka sekaligus mendorong daya saing ekspor Sumatera Utara.
(Fs)

















