IMG-20260629-WA0278

Penggiat Pendidikan di Hamparan Perak: Tak Ada Toleransi bagi Pelajar yang Terlibat Geng Motor

Hamparan Perak, Deli Serdang | MATANEWSTV.com — Maraknya aksi begal dan perang sporadis antar geng motor di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, kian meresahkan.

Tak hanya menimbulkan korban luka dan ketakutan di tengah masyarakat, fenomena ini juga mulai menyeret anak-anak usia sekolah ke pusaran kekerasan jalanan.

Sejumlah penggiat pendidikan di wilayah itu angkat suara. Mereka menilai keterlibatan pelajar dalam geng motor bukan sekadar pelanggaran disiplin, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi muda.

Pimpinan Sekolah Yayasan Tarbiyah Islammiyah Hamparan Perak, JULKHAIRI SAM, S.Pd, M.Si menegaskan pihaknya secara konsisten membentengi siswa dari pengaruh kelompok kriminal. Salah satunya melalui pengajian rutin setiap malam Jumat yang dikhususkan bagi pelajar laki-laki.

“Setiap malam Jumat kami berikan materi pengajian agar mereka memahami bahwa tindakan begal dan geng motor itu merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah, serta orang lain. Itu juga melanggar hukum dan norma agama,” kata JULKHAIRI SAM, S.Pd, M.Si, Selasa ( 20-01-2026 ) 

Ia menyebut, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah. Pihak yayasan juga membangun komunikasi intensif dengan orang tua dan wali murid melalui grup WhatsApp setiap kelas.

“Kalau ada pelajar yang hingga larut malam belum pulang, orang tua harus memberi tahu pihak sekolah. Dengan grup kelas, kami bisa memantau kegiatan para siswa secara bersama,” ujarnya.

Sikap lebih tegas disampaikan Pimpinan Yayasan Al Manar, OK Imam Hidayat. Ia menyatakan tidak akan mentolerir satu pun pelajar yang terindikasi terlibat geng motor atau aksi begal.

“Kalau ada pelajar yang terlibat geng motor, dia harus pindah sekolah. Tidak ada kompromi. Itu merusak nama baik sekolah dan masa depan anak itu sendiri,” kata Imam Hidayat.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap siswa lain sekaligus pesan keras bahwa sekolah tidak memberi ruang bagi perilaku kriminal.

Upaya pencegahan juga datang dari aparat keamanan. Di Sekolah SMAS PAB 5 Desa Klumpang Kebun, tim Cegah Satgas Wilayah Sumatera Utara Densus 88 Antiteror Polri menggelar sosialisasi kepada para pelajar.

Kegiatan itu dihadiri Briptu Ahmad Rizki Fauzi, S.Pd., M.Psi, dan Briptu Fitrah P., S.H. Dalam penyuluhan tersebut, siswa diingatkan agar tidak terpengaruh geng motor dan begal, sekaligus dibekali pemahaman tentang bahaya radikalisme.

“Anak-anak harus berani menolak ajakan yang mengarah pada kekerasan dan kriminalitas. Jangan mudah terprovokasi,” ujar Briptu Ahmad Rizki di hadapan para siswa.

Julianto, S.Pd., selaku PKS 2 SMAS PAB 5 Klumpang Kebun, menilai kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan aparat menjadi kunci menekan keterlibatan pelajar dalam geng motor.

“Pencegahan harus dilakukan bersama. Anak-anak perlu didampingi, bukan hanya dihukum,” ujarnya.

Fenomena geng motor di Hamparan Perak menjadi alarm bagi dunia pendidikan. Di tengah ketatnya tekanan pergaulan dan lemahnya kontrol sosial, sekolah-sekolah kini dituntut tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga benteng moral yang tegas dan konsisten dalam menjaga masa depan para siswanya.

🔶 Fs

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 Biru-dan-Kuning-Modern-Strategi-Digital-Marketing-Untuk-Umkm-Presentation-20260521-175307-0000
Baca juga   Kapolres Batu Bara Gelar Coffee Night untuk Membangun Kamtibmas Menjelang Pilkada 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *