Aceh Tenggara | MATANEWSTV.com — Sudah hampir tiga pekan pascabanjir bandang melanda wilayah Aceh Tenggara, akses jalan penghubung Desa Simpur Jaya menuju Desa Lawe Kelabu yang merupakan jalur vital Kutacane–Blangkejeren hingga kini masih terputus total. Kondisi tersebut memaksa masyarakat setempat menempuh jalur alternatif ekstrem demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Senin (15/12/2025).
Akibat terputusnya jalan utama, warga terpaksa melintasi lereng gunung yang terjal dan licin untuk membeli bahan pokok serta keperluan penting lainnya. Jalur darurat tersebut dinilai sangat berisiko, terutama bagi lansia, perempuan, dan anak-anak, mengingat medan yang berat serta kondisi tanah yang masih labil akibat curah hujan dan dampak banjir bandang.
Di tengah keterbatasan tersebut, kehadiran personel Polres Aceh Tenggara menjadi secercah harapan bagi masyarakat. Personel kepolisian turun langsung ke lapangan untuk mendampingi warga melintasi jalur pegunungan, membantu mengangkat serta memikul barang kebutuhan pokok, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat selama perjalanan.
Tanpa mengenal lelah, personel Polres Aceh Tenggara ikut mendaki bersama warga, menyusuri jalur sempit dan licin demi membantu distribusi logistik sederhana agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Aksi kemanusiaan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dan pelayan kemanusiaan pascabencana.
“Meski jalur yang dilalui sangat berat dan berbahaya, kami berupaya tetap hadir dan membantu warga. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami agar masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi dampak bencana,” ujar salah satu personel Polres Aceh Tenggara di lokasi.
Masyarakat Desa Simpur Jaya mengaku sangat terbantu dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polres Aceh Tenggara yang terus hadir dan mendampingi mereka di tengah kondisi sulit.
Polres Aceh Tenggara menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan dan memberikan bantuan kemanusiaan hingga akses jalan kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat pulih sepenuhnya.
Kehadiran Polri di medan terjal tersebut menjadi simbol pengabdian dan kepedulian nyata bagi masyarakat Aceh Tenggara pascabanjir bandang.
🔶 Nain
















