IMG-20260629-WA0278

Ribuan Pohon Kelapa Sawit Muda di Kebun Aek Nabara Utara Terancam Mati Akibat Kurangnya Perawatan

Labuhan Batu Selatan, matanewstv.com

Ribuan batang pohon kelapa sawit muda yang ditanam pada 2020 di Kebun Aek Nabara Utara, Distrik Labuhan Batu 3, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, saat ini berada dalam kondisi memprihatinkan.

Tanaman tunas pasir yang seharusnya tumbuh subur kini terancam gagal tumbuh (fuso) dan tidak mampu menghasilkan buah maksimal pada waktunya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pohon kelapa sawit di beberapa areal, termasuk di Afdeling 3 Aek Nabara Utara, tampak hampir mati dengan daun-daun yang menguning.

Padahal, PalmCo melalui PTPN4 Regional 1 telah menggelontorkan biaya besar untuk merawat dan mengembangkan tanaman baru guna meningkatkan produksi kelapa sawit.

Namun, hasil kerja sejumlah pejabat yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan kebun ini dinilai belum memadai.

Melihat kondisinya seperti ini, tidak ada jalan lain kecuali dibongkar. Kondisinya sudah sangat kritis,” ujar seorang sumber di kebun tersebut yang enggan disebutkan namanya.

Sumber tersebut juga menunjukkan beberapa pohon kelapa sawit muda yang hampir mati akibat kurangnya pengawasan dan perawatan serius.

Sumber yang sama menyatakan bahwa permasalahan ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi General Manager Distrik, manajer kebun, serta pejabat terkait seperti asisten kepala (Askep), asisten kebun, dan mandor.

Namun, lemahnya pengawasan membuat tanaman muda dibiarkan begitu saja, sehingga gagal tumbuh atau mati.

Biaya perawatan untuk tanaman muda berumur 3-4 tahun itu tidak sedikit. Jika dibiarkan tanpa perawatan serius, maka dampaknya akan menghancurkan potensi tanaman tersebut di masa depan,” tambahnya.

Kondisi kerusakan di Afdeling 3 ini, meski belum meluas, menjadi perhatian penting karena kebun Aek Nabara Utara merupakan salah satu bagian dari ribuan hektare kebun kelapa sawit di Distrik Labuhan Batu 3 yang dipimpin oleh GM Deddy Ariandy dan Manajer Ruddy.

Kerusakan ini dinilai dapat menimbulkan kerugian besar bagi PalmCo jika tidak segera ditangani.

Kerusakan ini juga memicu desakan agar Regional Head N4R1, Gusmar Harahap, segera mengambil tindakan tegas.

Menurut sumber, manajer yang baru beberapa bulan menjabat di kebun tersebut terkesan belum mampu bekerja maksimal untuk mengawasi perkembangan tanaman melalui koordinasi dengan bawahannya.

Kondisi ini harus menjadi masukan penting bagi RH N4R1 untuk mengambil langkah tegas. Jika perlu, segera ganti pejabat-pejabat yang tidak bertanggung jawab,” ujar sumber tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait di Kebun Aek Nabara Utara, Distrik Labuhan Batu 3, belum memberikan tanggapan resmi.

Kondisi ini diharapkan segera mendapatkan perhatian agar kerugian yang lebih besar dapat dihindari.

(Nain)

 

 

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 Biru-dan-Kuning-Modern-Strategi-Digital-Marketing-Untuk-Umkm-Presentation-20260521-175307-0000
Baca juga   Kalapas Rantauprapat Hadiri Upacara Hari Pahlawan 2025 di Lapangan Ika Bina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *