MATANEWSTV.com | Medan Belawan – PT Prima Multi Terminal (PMT), anak perusahaan Pelindo Group yang bergerak di bidang layanan terminal peti kemas dan multipurpose, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat daya saing dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di tengah pesatnya digitalisasi industri logistik.
Sebagai langkah konkret, PMT menyelenggarakan Pelatihan Container Terminal Operation (CTO) bagi pegawai operasional dan non-operasional di Terminal Kuala Tanjung, Kamis (23/10).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PMT dan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI), lembaga pelatihan di bawah naungan Pelindo Group yang fokus pada pengembangan kompetensi di sektor maritim dan logistik.
Pelatihan CTO ini dirancang untuk tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan pola pikir strategis dan adaptif terhadap perubahan teknologi yang kian mendominasi lingkungan pelabuhan modern.
“Inti bisnis terminal peti kemas adalah pelayanan. Melalui pelatihan CTO, kami ingin memastikan seluruh pegawai memahami esensi pelayanan dan mampu mengoperasikan terminal dengan standar global,” ujar Plt. Direktur Operasi dan Teknik PMT, Wahyudi, dalam keterangan persnya, Jumat (24/10).
Menurut Wahyudi, pengembangan kompetensi SDM merupakan faktor kunci bagi PMT untuk mencapai operational excellence secara berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa peningkatan kemampuan pegawai tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan budaya kerja dan nilai-nilai korporasi.
“Kami ingin setiap pegawai PMT menginternalisasi nilai-nilai AKHLAK — Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif — yang menjadi fondasi etos kerja di lingkungan Pelindo Group,” tambahnya.
Pelatihan yang berlangsung selama satu hari penuh ini menghadirkan pembekalan komprehensif, dengan pendekatan teori serta studi kasus lapangan.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan ekosistem industri pelayaran dan kontainerisasi, desain serta kapasitas terminal, struktur organisasi dan proses bisnis, hingga sistem operasi terminal (Terminal Operating System/TOS).
Selain itu, peserta juga dibekali wawasan tentang pengelolaan biaya dan pendapatan, serta penerapan digitalisasi yang berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi operasional terminal.
Para peserta mengapresiasi kegiatan tersebut karena mampu memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman terhadap peran SDM dalam menunjang kinerja terminal.
Sebelumnya, pelatihan serupa juga telah digelar bagi pegawai di Terminal Belawan, yang juga berada di bawah pengelolaan PMT.
Dengan demikian, dua terminal utama perusahaan kini memiliki basis SDM yang semakin siap menghadapi modernisasi sistem operasi yang tengah digalakkan oleh Pelindo Group.
Sementara itu, Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PMT, Syamsuddin, menegaskan bahwa pelatihan CTO merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menyongsong era logistik 4.0.
“Dunia logistik dan pelabuhan kini bergerak menuju otomasi dan efisiensi berbasis data. Karena itu, investasi terbesar PMT harus diarahkan pada peningkatan kapasitas manusia sebagai penggerak utama seluruh sistem,” ujarnya.
Lebih lanjut, Syamsuddin menuturkan bahwa pelatihan CTO bertujuan membentuk SDM yang adaptif terhadap transformasi digital dan memiliki pemahaman menyeluruh atas seluruh aspek operasional terminal peti kemas.
“Peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan CTO merupakan pijakan awal bagi PMT untuk menjadi terminal peti kemas berkelas dunia,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi bagian dari budaya belajar berkelanjutan di lingkungan PMT.
Dengan demikian, perusahaan bukan hanya mencetak pegawai terampil, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang dinamis, inovatif, dan berorientasi masa depan.
Pelatihan CTO ini menegaskan komitmen PMT dalam menempatkan SDM sebagai aset strategis perusahaan.
Di tengah derasnya arus perubahan teknologi dan globalisasi, PMT meyakini bahwa investasi pada manusia merupakan langkah paling fundamental untuk menjaga daya saing sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis.
Karena bagi PMT, terminal modern bukan sekadar tentang mesin, sistem, atau infrastruktur digital — melainkan tentang kesiapan manusia yang mengoperasikannya dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai yang kuat.
🔶FS















