IMG-20260629-WA0278

Polres Samosir Klarifikasi Video Viral: Dugaan Pemukulan Wanita Tua oleh Oknum Polisi Tidak Benar

Samosir | matanewstv.com

Polres Samosir akhirnya angkat bicara terkait video viral yang beredar di media sosial dan pemberitaan sejumlah media online yang menyebutkan adanya dugaan pemukulan terhadap seorang wanita tua oleh personel kepolisian.

Dalam klarifikasinya, Polres Samosir menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Edward Sidauruk, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kejadian sebenarnya adalah dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialami seorang wanita lanjut usia berinisial RBS, warga Desa Nainggolan, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir.

RBS sendiri telah melaporkan insiden tersebut ke Polres Samosir pada Kamis, 23 Januari 2025.

Laporan yang kami terima menyebutkan bahwa RBS diduga mengalami penganiayaan oleh seorang pria berinisial MP, yang juga merupakan warga Desa Nainggolan. Kasus ini saat ini tengah dalam proses penyelidikan oleh Unit Pidana Umum Sat Reskrim Polres Samosir,ujar AKP Edward Sidauruk dalam keterangannya, Senin (25/2/2025).

Kronologi Kejadian

Lebih lanjut, AKP Edward mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi saat proses constatering (pencocokan objek sengketa dengan putusan pengadilan) yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Balige. Saat proses berlangsung, sempat terjadi cekcok antara RBS sebagai termohon constatering dan MP sebagai pemohon.

Cekcok inilah yang diduga berujung pada pemukulan oleh MP terhadap RBS.

Namun, AKP Edward menegaskan bahwa personel kepolisian yang bertugas di lokasi hanya menjalankan tugas pengamanan untuk mencegah potensi terjadinya tindak pidana.

Personel Polres Samosir saat itu bertugas mengamankan proses constatering, karena keluarga termohon dan pemohon sama-sama berada di lokasi. Dalam laporan polisi yang dibuat oleh SPKT Polres Samosir, RBS tercatat sebagai korban dugaan penganiayaan dengan MP sebagai terlapor. Tidak ada keterlibatan personel kepolisian dalam dugaan pemukulan tersebut,jelas AKP Edward.

Imbauan Polres Samosir

AKP Edward juga menepis narasi yang berkembang di media sosial bahwa wanita tua tersebut mengalami pemukulan hingga lebam oleh oknum polisi.

Menurutnya, informasi tersebut tidak berdasar dan telah melenceng dari fakta sebenarnya.

Saat ini, laporan yang diajukan RBS sedang ditangani oleh Unit Pidana Umum Sat Reskrim Polres Samosir. Proses penyelidikan terus berlangsung sesuai mekanisme SOP yang berlaku, dan gelar perkara akan segera dilakukan,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, AKP Edward Sidauruk mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.

Kami berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial tanpa klarifikasi resmi. Penyebaran berita yang tidak benar hanya akan menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

■ Nain

 

IMG-20260814-WA0199 IMG-20260810-WA0076
Baca juga   Kapolres Langkat Ajak Warga Jaga Persatuan dan Kamtibmas Pasca Pilkada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *