matanewstv.com
Samosir — MATANEWSTV.com — Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres Samosir turut berpartisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Kabupaten Samosir pada Jumat (4/7).
Kegiatan ini berlangsung di Rumah Makan Sederhana, Jalan SM Raja, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintahan, penegak hukum, hingga organisasi masyarakat sipil.
FGD tersebut mengangkat tema penanganan dan pencegahan karhutla di wilayah Kabupaten Samosir, yang merupakan bagian dari kawasan strategis nasional Danau Toba.
Hadir dalam forum ini perwakilan dari Polres Samosir, Pemkab Samosir, Kejaksaan Negeri Samosir, LSM, serta para jurnalis. Kapolres Samosir diwakili oleh Kapolsek Pangururan AKP Bangun Tua Dalimunthe, sementara Pemkab Samosir diwakili Kalaksa BPBD Sarimpol Manihuruk.
Kejari Samosir juga turut hadir melalui Kasi Intel Richard P. Simare-mare, S.H., dan Kasi Pidum Parlindungan Situmorang, S.H., M.H.
Dalam paparannya, PS. Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Samosir, Aiptu Martin Aritonang, S.H., menekankan bahwa kepolisian secara aktif memberikan edukasi kepada masyarakat melalui para Bhabinkamtibmas agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Ia menyebutkan bahwa apabila terjadi kebakaran, pemilik lahan di sekitar titik api akan diperiksa untuk memberikan efek jera.
“Mayoritas kebakaran disebabkan oleh aktivitas pembakaran lahan oleh warga. Kami mendorong pemanfaatan sprinkler dan embung air sebagai langkah preventif. Perlu diketahui, kasus karhutla menjadi perhatian khusus pimpinan Polri dan dapat dipantau langsung melalui aplikasi Lancang Kuning,” jelas Aiptu Martin.
Sementara itu, PS. Kanit II Sat Intelkam Polres Samosir, Bripka Rados Togatorop, S.H., mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Juli 2025 tercatat 23 kasus karhutla di wilayah tersebut.
Ia juga menginformasikan bahwa Pemkab Samosir telah membentuk Tim Brigade Dalkarhut sebagai bentuk respons konkret terhadap potensi bencana.
Kapolsek Pangururan AKP Bangun Tua Dalimunthe menyoroti Kecamatan Harian sebagai wilayah dengan kasus karhutla terbanyak di Samosir.
Ia menyebutkan bahwa Kelurahan Siogung-ogung dan Desa Tanjung Bunga merupakan titik-titik rawan kebakaran.
“Sebagian besar kebakaran disebabkan kelalaian saat membuka lahan, bukan karena pembakaran hutan secara sengaja. Kami mengajak insan pers untuk turut berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat, terlebih karena status Geopark Kaldera Toba kini tengah menjadi perhatian UNESCO akibat isu lingkungan,” tegasnya.
FGD ini menjadi forum strategis untuk membangun kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, media, dan masyarakat sipil dalam menghadapi tantangan karhutla yang kerap mengancam ekosistem dan citra kawasan Danau Toba di mata dunia.
(Nain)
















