MATANEWSTV.com | MEDAN – Kondisi Komplek Pergudangan Kayu Putih Estate atau yang dikenal sebagai Pergudangan Kota Tanjung Mulia (PKTM) di Jalan Kayu Putih, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, kini memprihatinkan. Kawasan pergudangan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Medan itu diduga menjadi “sarang korupsi” lantaran tidak terawat dan terbengkalai selama bertahun-tahun.
Pantauan di lokasi menunjukkan, hampir seluruh ruas jalan di dalam kawasan pergudangan dipenuhi lubang besar bak kolam ikan, genangan air, dan semak belukar yang menjalar hingga ke bahu jalan.
Kondisi tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga membahayakan para pengguna jalan, terutama sopir truk yang setiap hari keluar masuk membawa barang.
Warga sekitar mengaku heran, sebab sejak kawasan PKTM berdiri puluhan tahun lalu, tidak pernah ada perbaikan signifikan terhadap infrastruktur di lokasi tersebut. Padahal, kawasan ini menjadi salah satu titik strategis aktivitas ekonomi di Medan yang seharusnya memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Ini kan dikelola BUMD. Seharusnya dana dari sewa gudang bisa digunakan untuk memperbaiki infrastruktur agar kawasan tertata dan layak. Kalau terus dibiarkan begini, bisa-bisa aktivitas ekonomi di sini makin lumpuh,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (31/10/2025).
Hingga saat ini, belum terlihat adanya upaya perbaikan dari pihak pengelola maupun Pemerintah Kota Medan.
Warga dan para sopir berharap agar Pemko Medan bersama manajemen PKTM segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh sehingga kawasan pergudangan kembali berfungsi optimal dan aman bagi pengguna jalan.
Sementara itu, upaya konfirmasi wartawan terhadap Direktur Utama PUD Pembangunan Kota Medan belum membuahkan hasil. Kantor pengelola PKTM di dalam kompleks pergudangan tampak sepi tanpa aktivitas pegawai.
🔶 FS / Team
















