MATANEWStv.com | Medan-Belawan – Upaya memperkuat konektivitas perdagangan internasional kembali mendapat dorongan signifikan. PT Belawan New Container Terminal (BNCT) bersama Mutiara Perlis Sdn. Bhd. (MPSB) dan Penang Port Sdn. Bhd. (PPSB) resmi menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan Memorandum of Collaboration (MoC) yang digelar secara daring dan serentak pada 29 April 2026.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan koridor perdagangan regional yang menghubungkan Sumatra dengan sejumlah negara di Asia Tenggara hingga China, termasuk Thailand dan Kamboja. Inisiatif tersebut dirancang untuk menciptakan sistem logistik yang lebih efisien, terintegrasi, dan kompetitif di tengah dinamika perdagangan global yang terus berkembang.
Dalam skema kolaborasi ini, PPSB akan berperan sebagai transshipment hub di Penang, sementara MPSB menjadi penghubung logistik darat di wilayah Perlis. Adapun BNCT diposisikan sebagai gerbang utama (gateway) di Sumatra yang akan menopang arus keluar-masuk barang menuju pasar regional dan internasional.
Melalui sinergi ini, ketiga pihak berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok, menekan biaya logistik, serta mempercepat distribusi kargo lintas negara. Tidak hanya itu, kerja sama juga mencakup pertukaran data operasional, promosi bersama kepada pelaku industri logistik, hingga penjajakan integrasi sistem digital guna memastikan kelancaran arus barang secara menyeluruh (end-to-end).
Corporate Secretary PT BNCT, Rizki Affandi Nasution, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi BNCT dalam jaringan logistik global.
“Penandatanganan MoC ini membuka peluang besar bagi terciptanya koridor logistik baru yang menghubungkan Sumatra dengan pasar regional dan global. BNCT siap menjadi gateway utama dalam mendukung kelancaran arus perdagangan ke dan dari China, Thailand, dan Kamboja,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan, kerja sama ini diyakini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi para pihak yang terlibat, tetapi juga berdampak positif terhadap peningkatan daya saing logistik nasional secara keseluruhan.
MoC tersebut akan berlaku selama tiga tahun dan menjadi dasar pembentukan Joint Working Group yang bertugas mengawal implementasi kerja sama sekaligus mengeksplorasi peluang pengembangan lanjutan di masa mendatang.
Ke depan, BNCT menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring kolaborasi internasional dan memperkuat perannya sebagai simpul logistik strategis di kawasan barat Indonesia. Langkah ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan sistem perdagangan yang cepat, efisien, dan terintegrasi di tingkat regional maupun global. (Red)

















