Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000IMG-20260521-WA0048
Binjai  

Aksi Unjuk Rasa IMORI dan AMR Tuntut Tanggung Jawab PLN UP3 Binjai atas Insiden Tiang Listrik

PT. PLN Persero

MATANEWSTV.com

Binjai, Sumatera Utara – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (IMORI) dan Aliansi Mahasiswa Indonesia Raya (AMR) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN UP3 Binjai, Jalan T. Amir Hamzah, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Sumatera Utara, Rabu (22/1/2025).

Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas insiden tragis patahnya tiang listrik di Jalan Pacul, Kelurahan Cengkeh Turi, yang menyebabkan seorang ibu dan balita meninggal dunia pada (15/1) Kemaren.

Sekitar 20 orang massa aksi memulai perjalanan dengan berjalan kaki dari Simpang Kebun Lada menuju kantor PLN. Mereka membawa spanduk, karton dengan berbagai tuntutan, serta menggunakan pengeras suara untuk menyampaikan orasi.

Massa tiba di lokasi sekira pukul 14.45 WIB dan langsung melakukan aksi protes dengan membentangkan poster bertuliskan :

  1. “Copot Manager PLN Binjai”
  2. “Love PLN”
  3. “Pray PLN”
  4. “Izrail Tiang PLN”.
  5. “Binjai Berduka”

Tragedi Tiang Listrik Patah : Bukti Kelalaian PLN….?

Dalam pernyataan sikapnya, massa menegaskan bahwa tiang listrik yang patah tersebut diduga tidak memenuhi standar keselamatan sebagaimana diatur dalam Permen ESDM No. 13 Tahun 2021. Mereka menuduh PLN UP3 Binjai melakukan pembiaran terhadap laporan warga sekitar yang sebelumnya telah mengadukan kondisi tiang listrik yang sudah lapuk.

Insiden ini menelan korban jiwa seorang ibu dan anaknya, sementara dua anggota keluarga lainnya berhasil selamat.

Ketua Umum DPP IMORI, Edward Gurky, bersama Koordinator Aksi Putra Aginta, dan Koordinator Lapangan Aldo Tarigan, menyampaikan 4 (empat) tuntutan utama :

  1. PLN UP3 Binjai harus mematuhi Permen ESDM No. 13 Tahun 2021 dan menghentikan praktik kelalaian standar keselamatan.
  2. Meminta GM UID Sumut untuk mencopot Manager PLN UP3 Binjai yang diduga melakukan pembiaran terhadap kondisi tiang listrik.
  3. Mengutuk keras kelalaian PLN UP3 Binjai atas tragedi yang menewaskan ibu dan balita.
  4. Menuntut langkah hukum dalam waktu 3 x 24 jam, dengan ancaman aksi lanjutan jika tuntutan tidak dipenuhi.

Respons dari PLN UP3 Binjai

Baca juga   Ratusan Warga Gelar Aksi di Mapolda Sumut, Tuntut Penanganan Serius Geng Motor

Asisten Manager Bagian Umum PLN UP3 Binjai, Arwadi Pakpahan, menemui massa aksi dan menyampaikan terima kasih atas perhatian mereka terhadap masyarakat.

Ia berjanji akan menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada pimpinan PLN dan memberikan tanggapan resmi dalam waktu dekat.

Setelah menerima penyampaian tersebut, massa aksi membubarkan diri secara tertib pada pukul 15.30 WIB.

Aksi unjuk rasa ini mencerminkan keprihatinan mahasiswa terhadap keselamatan publik dan perlunya evaluasi serius terhadap standar operasional PLN UP3 Binjai.

Insiden ini menjadi sorotan masyarakat Binjai dan menuntut perhatian lebih dari pihak berwenang untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Aksi berlangsung aman dan kondusif, tanpa mengganggu lalu lintas di sekitar lokasi.

TS^

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 Biru-dan-Kuning-Modern-Strategi-Digital-Marketing-Untuk-Umkm-Presentation-20260521-175307-0000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *