LABUSEL | MATANEWSTV.com — Pabrik BioCNG (Compressed Natural Gas berbasis biomethane) ke-3 di Indonesia resmi beroperasi di Desa Perlabian, Kecamatan Kampung Rakyat, Kamis (5/12/2025). Fasilitas energi terbarukan ini merupakan proyek terbaru dari KIS Group dan menjadi proyek perdana SIPEF Biomethana yang memanfaatkan limbah industri kelapa sawit sebagai sumber energi bersih pengganti bahan bakar fosil.
Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, Syahdian Purba Siboro, yang hadir meresmikan fasilitas tersebut, menyatakan bahwa kehadiran BioCNG Plant ini bukan hanya menjadi capaian industri, tetapi juga tonggak penting bagi daerah dalam mendukung agenda nasional terkait transisi energi bersih, pengurangan emisi, dan pembangunan berkelanjutan.
“Hari ini kita menyaksikan peresmian BioCNG Plant ke-3 di Indonesia, dan ini menjadi kebanggaan bagi daerah kita. Fasilitas ini merupakan langkah nyata dalam mendukung transisi energi bersih, pengurangan emisi, dan masa depan pembangunan yang lebih berkelanjutan,” ujar Syahdian.
Pemerintah daerah turut mengapresiasi KIS Group Sustainability yang menghadirkan fasilitas berkapasitas produksi 109.620 MMBTU BioCNG per tahun serta berkontribusi menurunkan emisi hingga 54.810 ton CO₂e per tahun.
Menurut Wabup, inovasi ini membuktikan bahwa limbah industri dapat diolah menjadi energi terbarukan yang aman dan ramah lingkungan.
Syahdian juga menegaskan bahwa Labusel memiliki potensi besar di sektor perkebunan dan agroindustri.
Pabrik BioCNG ini dinilai memperkuat bukti bahwa potensi tersebut dapat ditransformasikan menjadi peluang energi hijau yang mendorong ketahanan energi daerah, pertumbuhan ekonomi, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Proyek ini terwujud melalui kolaborasi tiga pihak, yakni PT Tolan Tiga Indonesia sebagai penyedia bahan baku, PT KIS Biofuels Indonesia sebagai penyedia teknologi, dan PT Unilever Oleochemical sebagai offtaker utama.
Sinergi tersebut disebut sebagai contoh konkret pembangunan berkelanjutan yang lahir dari kemitraan sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat.
Lebih lanjut, Wabup Syahdian menyampaikan bahwa pemerintah daerah melihat peluang lebih luas untuk pengembangan energi bersih lainnya, seperti biomassa, biofuel, pemanfaatan limbah perkebunan, hingga inisiatif circular economy.
Dengan dukungan regulasi, investasi, dan inovasi teknologi, Labusel berpotensi tumbuh sebagai pusat industri berkelanjutan di Sumatera Utara.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh inisiatif seperti ini. Kami percaya pembangunan berkelanjutan adalah fondasi bagi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Di akhir acara, Wabup menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan BioCNG Plant tersebut dan berharap fasilitas dapat beroperasi optimal serta menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
🔶 ( Ali Doar Nasution S.Pd )

















