SUMUT | MATANEWSTV.COM
Pematangsiantar — Monumen Raja Siantar XIV Sang Naualuh Damanik yang berlokasi di Komplek Tugu Raja Siantar, Jl. Sangnaualuh / Jl. Sutomo, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, resmi diresmikan, Sabtu (26/4/2025) pagi.
Acara peresmian yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H., bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah tokoh masyarakat.
Kehadiran para tamu undangan disambut dengan atraksi pencak silat (dihar) dan tortor sombah, serta disambut secara adat oleh ahli waris keluarga Damanik.
Dalam prosesi adat, Tondong (Tuan Silampuyang dan Tondong Dasuha/Zainal Purba) menerima demban marbatu dari suhut Damanik untuk berkenan melakukan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya monumen.

Pengguntingan pita dilakukan oleh Walikota Pematangsiantar Wesly Silalahi,Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul M Lingga, dan para tondong, diiringi alunan gonrang serta taburan beras yang disertai ucapan “Horas-Horas” oleh para boru.
Setelah peresmian, Walikota, para tondong, dan keluarga besar Raja Sang Naualuh menandatangani prasasti dan membuka selubung monumen, disaksikan masyarakat dan jajaran pemerintah yang hadir.
Penandatanganan dan pembukaan selubung turut diiringi bunyi gonrang dan sirene sebagai tanda resminya Monumen Raja Sang Naualuh.
Usai acara simbolis, Kapolres beserta Forkopimda dan tamu undangan lainnya mengelilingi monumen untuk menyaksikan lebih dekat ikon sejarah tersebut.
Makna dan Harapan di Balik Peresmian
Bupati Simalungun, Anton Achman Saragih, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya atas peresmian Monumen Raja Sang Naualuh XIV.
“Hari ini kita meresmikan simbol penting dalam sejarah Simalungun dan Pematangsiantar. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan monumen ini,” ujarnya.
Bupati Anton berharap monumen ini menjadi pengingat jasa dan kontribusi Raja Sang Naualuh XIV, sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk lebih menghargai budaya dan sejarah lokal.
Senada dengan Bupati, Walikota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn, juga mengapresiasi terwujudnya monumen ini.
“Monumen ini tidak hanya sebagai pengingat jasa Raja Sang Naualuh Damanik, tetapi juga menjadi destinasi wisata budaya yang dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya kita,” kata Wesly.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan monumen tersebut, sehingga tetap menjadi sumber inspirasi bagi masa depan.
Tokoh Penting Hadir
Acara peresmian turut dihadiri oleh :
- Wakil Walikota Pematangsiantar Herlina,
- Wakil Bupati Bengkalis Dr. H. Bagus Santoso,
- Ex. Walikota Pematangsiantar periode 2022–2024 dr. Susanti Dewayani, Sp.A,
- Danrem 022/Pantai Timur Kolonel Inf. Agus Supriyono,
- Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf. Slamet Faojan, M.Han., serta
- Perwakilan Danyon 122/Tombak Sakti,
- Dandenpom 1/1 Pematangsiantar, OPD se-Kota Pematangsiantar,
- Perwakilan UPTD SD-SMP, para camat, dan unsur masyarakat lainnya.
Tampak pula keturunan Raja Siantar, Raja Tanah Jawa, Raja Raya, Raja Panei, Raja Dolok Silau, Raja Purba, dan Raja Silimakuta, serta Ketua Tumpuan Damanik Pakon Panagolan, Irjen Wagner Damanik, MAP.
Penutup
Sebagai penutup acara, dilakukan penyerahan Dayok Binatur dari Harajaon Siantar kepada tamu kehormatan dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk penghormatan atas selesainya pembangunan monumen bersejarah ini.

Monumen Raja Sang Naualuh Damanik kini berdiri megah, menjadi simbol abadi perjalanan sejarah, budaya, dan kebanggaan masyarakat Simalungun dan Pematangsiantar.
(Ilham Lubis)
Sumber. Humas Polres Pematangsiantar.















