IMG-20260629-WA0278

IMO Indonesia Sumut Bahas Tantangan Jurnalisme Digital Bersama Jurnalis Senior Asyari Usman

MEDAN, MATANEWSTV.com — Tantangan jurnalisme online di era digital, mulai dari regulasi pemerintah, keberanian menyuarakan kebenaran, hingga integritas pemberitaan, menjadi sorotan dalam diskusi Ngobrol Pintar Berkualitas yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Media Online (DPW IMO) Indonesia Sumatera Utara.

Diskusi bersama jurnalis senior Asyari Usman itu berlangsung di Mie Ayam Jamur Haji Mahmud, Jalan Abdullah Lubis, Medan, Jumat (9/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman bagi para pengelola media online, wartawan, dan peserta dari berbagai latar belakang untuk membahas tantangan nyata dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

Ketua DPW IMO Indonesia Sumatera Utara, HA Nuar, didampingi Sekretaris Harun Al Rasyid, mengatakan diskusi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman insan pers mengenai tantangan jurnalisme digital, integritas pemberitaan, serta etika dan profesionalisme wartawan.

Menurut Nuar, pengalaman Asyari Usman dalam perjalanan karier jurnalistiknya menjadi salah satu alasan penting menghadirkan jurnalis senior tersebut dalam forum diskusi.

Asyari mengawali perjalanan profesionalnya sebagai penerjemah di Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) Medan. Kariernya kemudian berkembang hingga memperoleh pengalaman jurnalistik di tingkat internasional, termasuk peliputan sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York dan bekerja di BBC London sebagai Kepala Divisi Berita Indonesia.

“Pengalaman beliau dalam diskusi ini diharapkan menjadi motivasi bagi wartawan dan pemilik media yang tergabung dalam DPW IMO Indonesia Sumatera Utara,” ujar Nuar.

Tantangan Media Online dan Integritas Pers

Dalam pemaparannya, Asyari menekankan pentingnya membangun komunikasi, bertukar pengalaman, dan memperkuat kontribusi positif kepada masyarakat melalui profesi maupun bidang yang ditekuni masing-masing.

Ia menilai, meskipun para peserta memiliki latar belakang berbeda, mulai dari jurnalistik, bisnis, aktivisme, hingga pemerintahan, mereka memiliki ruang kepentingan bersama untuk mendorong penyampaian informasi yang bermanfaat bagi publik.

Asyari mengatakan, tantangan pengelola media online tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi dan persaingan antarmedia. Persoalan regulasi, keterbatasan anggaran, akses informasi, tekanan dari pihak tertentu, hingga keberlanjutan usaha media juga menjadi bagian dari persoalan yang perlu dibahas secara terbuka.

Menurut dia, tantangan yang dihadapi media di Medan belum tentu sama dengan persoalan media di Jakarta maupun di negara lain. Karena itu, pengalaman langsung para pengelola media dinilai penting untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus mencari solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Ia mendorong peserta menyampaikan pengalaman konkret mengenai hambatan yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan jurnalistik.

Melalui diskusi interaktif, para peserta diharapkan dapat membandingkan persoalan, berbagi strategi penyelesaian, dan membangun kerja sama yang mendukung perkembangan media online secara profesional.

Keberanian Bersuara Harus Berlandaskan Fakta

Persoalan keberanian menyampaikan kebenaran juga menjadi salah satu perhatian dalam diskusi tersebut. Dalam forum itu, muncul pandangan dari peserta yang tertarik pada dunia pemberitaan, tetapi masih menghadapi keraguan untuk menyampaikan pendapat secara terbuka karena mempertimbangkan risiko yang mungkin timbul.

Pembahasan tersebut menegaskan bahwa keberanian bersuara merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, keberanian dalam kerja jurnalistik harus disertai pengetahuan, pemahaman hukum, verifikasi informasi, serta tanggung jawab atas pemberitaan yang disampaikan kepada masyarakat.

Media dituntut menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen dan profesional, tanpa mengabaikan etika jurnalistik maupun keselamatan pihak-pihak yang terlibat.

Karena itu, penguatan integritas dan independensi pers dinilai penting agar pemberitaan tidak sekadar mengejar kecepatan atau perhatian publik, tetapi juga mengedepankan akurasi, keberimbangan, dan kepentingan masyarakat.

Regulasi dan Kebebasan Pers Jadi Perhatian

Asyari juga menyoroti persoalan regulasi yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik, termasuk Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan penerapan berbagai ketentuan oleh pihak-pihak terkait.

Pembahasan tersebut mengarah pada pentingnya memahami hubungan antara kebebasan pers, kompetensi wartawan, standar profesional, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menjadi salah satu landasan utama dalam penyelenggaraan kehidupan pers di Indonesia. Di sisi lain, kompetensi dan profesionalisme tetap menjadi aspek penting untuk menjaga kualitas pemberitaan serta kepercayaan masyarakat.

Dalam konteks itu, pemahaman yang tepat mengenai ketentuan hukum, standar profesi, mekanisme pengujian kompetensi, dan persyaratan administratif diperlukan agar tidak terjadi pencampuradukan antara aturan perundang-undangan dan kebijakan teknis yang diterapkan oleh instansi tertentu.

Kebebasan pers dan profesionalisme, dengan demikian, perlu ditempatkan sebagai dua unsur yang saling menguatkan. Pers harus tetap merdeka dalam menjalankan fungsi jurnalistik, sementara wartawan berkewajiban menjaga akurasi, etika, dan tanggung jawab dalam setiap pemberitaan.

Perkuat Kolaborasi Insan Pers

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pengurus dan anggota DPW IMO Indonesia Sumatera Utara, peserta dari Simpul Relawan Anies, serta para pemilik dan pengelola media online.

Di antara peserta yang hadir terdapat Nurhalim Tanjung, Pemimpin Redaksi GoSujut.com; Maskur Abdullah, Redaktur Pelaksana Waspada Aceh.com; Ansyari Usman dari FreedomNews.com; Azrin Marydha, Redaktur Pelaksana Medanpos.com; Masri Efendi Siregar, S.Pd., pemilik Metroonenews.co; Johan Merdeka, pemilik DetikKompas.com; Hendri L. Nainggolan, pemilik BicaraNews.com; Bambang S., pemilik Portalberita.com; serta Rafika, pemilik LaporanNusantara.com, bersama sejumlah pimpinan media online lainnya.

Melalui forum tersebut, DPW IMO Indonesia Sumatera Utara diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarpengelola media, sekaligus mendorong peningkatan kualitas jurnalistik di tengah perubahan ekosistem informasi digital.

Diskusi ini juga menjadi pengingat bahwa masa depan media online tidak hanya ditentukan oleh kemampuan beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga oleh konsistensi menjaga independensi, integritas, dan kepercayaan publik.

Dengan keterbukaan dalam bertukar pengalaman dan kesediaan mencari solusi bersama, insan pers diharapkan mampu menghadapi tantangan digital tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik: menyampaikan informasi berdasarkan fakta, bekerja secara profesional, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

(A.Y/Tim)

IMG-20260814-WA0199IMG-20260810-WA0076
Baca juga   Polsek Labuhan Ruku Gencarkan Patroli Malam, Cegah Aksi Kriminal dan Berikan Rasa Aman ke Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *