SUMUT 🔷 matanewstv.com
MATANEWSTV.com | Rantauprapat – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat terus berinovasi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Sejalan dengan arahan strategis Presiden Republik Indonesia dalam Program Asta Cita serta program akselerasi yang digagas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lapas Rantauprapat mengubah lahan kosong menjadi area pertanian dan peternakan produktif.
Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat, Khairul Bahri Siregar, menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung kemandirian sekaligus pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
“Kami berkomitmen menjadikan Lapas bukan hanya tempat pembinaan, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi dan kemandirian. Pertanian dan peternakan yang kami kembangkan adalah wujud nyata dukungan terhadap misi Presiden melalui Asta Cita serta program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ungkap Kalapas, Sabtu (13/09).
Program ketahanan pangan ini diwujudkan melalui pertanian terpadu, yang mencakup penanaman berbagai tanaman pangan serta pengembangan peternakan skala kecil.
Di antaranya, beternak ayam dan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok.
Seluruh kegiatan tersebut melibatkan WBP secara aktif, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen.
Selain meningkatkan keterampilan, aktivitas ini juga menjadi sarana pembinaan mental dan karakter agar para warga binaan siap beradaptasi kembali di tengah masyarakat setelah bebas.
Dengan langkah inovatif ini, Lapas Kelas IIA Rantauprapat tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan nasional, tetapi juga memberikan harapan baru bagi warga binaan melalui pembinaan yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
(Ali Doar Nasution S.Pd)

















