Medan, matanewstv.com — Rutan Kelas I Medan menerima kunjungan Direktur Pelayanan Tahanan Anak dan Pengelolaan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Diryantah Lola Basan Baran Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM RI, Mhd Jahari Sitepu, pada Rabu (18/09).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang bertujuan untuk memastikan pelayanan tahanan berjalan dengan baik sesuai standar yang telah ditetapkan.
Mhd Jahari Sitepu didampingi Ketua Kelompok Kerja Direktorat Pelayanan Tahanan Anak dan Pengelolaan Basan Baran Ditjenpas, Akbar Amnur, beserta tim.
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Medan, Alanta Imanuel Ketaren, bersama jajaran pejabat struktural dan staf.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan supervisi terhadap administrasi pelayanan tahanan, serta merupakan bagian dari implementasi program 3+1 Kunci Pemasyarakatan Maju yang mencakup deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di Unit Pelaksana Teknis (UPT) wilayah Sumatera Utara.
Dalam kunjungannya, Mhd Jahari meninjau langsung bagian register untuk memastikan kelancaran operasional Sistem Database Pemasyarakatan (SDP), khususnya integrasi data narapidana dan tahanan dengan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) terkait barang bukti, serta melakukan pengecekan terhadap tahanan yang mengalami overstay.
Diryantah juga memberikan sejumlah saran dan masukan terkait penanganan tahanan overstay serta penguatan sistem keamanan dan pelayanan di rutan tersebut.
“Saya mengingatkan seluruh pegawai agar menjadikan 3+1 Kunci Pemasyarakatan Maju sebagai pedoman, yaitu deteksi dini, pemberantasan narkoba, serta sinergi dengan aparat penegak hukum, dan kembali ke dasar (Back to Basics),” ujar Jahari.
Selain itu, Jahari turut memberikan arahan kepada Petugas Pengamanan Pintu Utama (P2U) untuk memperketat pemeriksaan terhadap warga binaan yang keluar masuk.
“Setiap tahanan yang keluar masuk harus memiliki surat yang lengkap, dan setiap barang yang masuk harus diperiksa dengan teliti,” tegasnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan di Rutan Kelas I Medan, serta menjadi langkah awal untuk penanganan berbagai masalah, termasuk overstay tahanan. (Ibnu Hajar)

















