Spirit Tanah Suci & Turki: Syafii Efendi Tancap Gas ‘Kebut’ Seminar Guru Hebat

  • Whatsapp
Spirit Tanah Suci & Turki: Syafii Efendi Tancap Gas 'Kebut' Seminar Guru Hebat

Sumut – Pasca kepulangannya ke tanah air setelah agenda gathering di Turki dan ibadah Umrah di Tanah Suci bersama tim se-Indonesia, Syafii Efendi langsung tancap gas. Ia kembali bergerak masif menggelar rangkaian Seminar Pendidikan bertajuk “How To Be A Great Teacher” yang menjangkau seluruh provinsi hingga kabupaten/kota di Indonesia.

Aksi nyata ini menjadi sorotan publik karena dilakukan secara mandiri dengan biaya sendiri tanpa ketergantungan pada sponsorship pihak manapun. Kali ini, Syafii hadir memberikan pencerahan bagi ribuan Guru Sekolah dan Guru Madrasah di Kabupaten Padang Lawas Utara.

Read More

Momentum luar biasa ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah, jajaran pemerintahan Kab. Paluta, perwakilan Kementerian Agama Paluta, para Kepala Sekolah, serta ribuan guru yang berdedikasi di berbagai tingkatan pendidikan. (16/12/2025)

Dalam setiap pemaparan materinya, Syafii Efendi, M.M., sukses membakar semangat dan adrenalin para peserta. Melalui gaya komunikasi yang lugas dan transformatif, ia menantang para guru untuk berani melepaskan belenggu masa lalu dan mulai berfokus menatap masa depan dengan mengadopsi pola pikir bertumbuh (growth mindset).

Saat melanjutkan estafet seminarnya di Labuhanbatu, Syafii menegaskan bahwa seorang pendidik wajib memiliki kecepatan akselerasi dalam berkembang.

“Kalau gurunya lamban, anak didiknya akan ikut melambat. Tapi kalau gurunya tumbuh cepat, maka muridnya akan melesat,” ujar sosok pemuda kebanggaan Indonesia ini, sembari menekankan bahwa pertumbuhan kualitas pribadi guru adalah kunci utama bagi kemajuan para murid.

Ia juga konsisten menyuarakan pentingnya proses pembelajaran yang dipersonalisasi sesuai dengan kemampuan unik setiap anak didik. Baginya, peningkatan kualitas mengajar harus selalu diawali dengan peningkatan kualitas diri sang guru itu sendiri.

Seminar Nasional “How To Be a Great Teacher” ini pun menjelma menjadi lebih dari sekadar pertemuan rutin; ini adalah sebuah deklarasi kolektif bahwa menjadi pendidik hebat berarti siap menjadi agen perubahan sejati. Upaya ini pun berhasil mempererat tali silaturahmi sekaligus membekali para pendidik dengan pola pikir growth mindset yang revolusioner.

Semangat untuk melahirkan generasi yang mampu menginspirasi serta menggerakkan bangsa kini telah mengakar kuat di hati setiap guru yang hadir. Pesan utamanya sangat jelas: menjadi guru hebat adalah tentang kemampuan menyentuh hati anak didik dan menyalakan lentera perubahan. Sebab sejatinya, guru bukan hanya sekadar pengajar—mereka adalah sang penggerak peradaban. (Red)

Related posts