Sinergi Kemendikdasmen dan PERSIS Pulihkan Akses Pendidikan Korban Banjir Tapteng

  • Whatsapp
Sinergi Kemendikdasmen dan PERSIS Pulihkan Akses Pendidikan Korban Banjir Tapteng
Kemendikdasmen RI bersama PP PERSIS meresmikan penggunaan ruang kelas darurat bagi sekolah yang terdampak bencana banjir di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Rabu, 05/08/26

SINEWS.ID, TAPTENG — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI bersama Pengurus Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) meresmikan penggunaan ruang kelas darurat bagi sekolah yang terdampak bencana banjir di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar para siswa pascabencana.

Peresmian fasilitas tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Atip Latipul Hayat bersama Ketua Umum PP PERSIS K.H. Dr. Jeje Zainuddin dalam rangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Tapanuli Tengah.

Read More

Fasilitas kelas darurat yang mulai difungsikan secara resmi berada di SMP INSANI Sorkam. Pembangunan ruang kelas ini merupakan hasil kolaborasi Kemendikdasmen dengan PERSIS guna mencegah terhentinya kegiatan belajar siswa akibat kerusakan infrastruktur sekolah.

Kunjungan kerja tersebut turut didampingi oleh Ketua Pengurus Wilayah (PW) PERSIS Sumatera Utara sekaligus Anggota DPD RI asal Sumut, K.H. Muhammad Nuh. Rombongan diterima oleh jajaran Kemendikdasmen, pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua PW PERSIS Sumatera Utara, K.H. Muhammad Nuh, mengapresiasi respons cepat pemerintah pusat dalam penanganan dampak bencana di sektor pendidikan. Menurutnya, fasilitas darurat ini menjadi solusi nyata dalam menjamin hak pendidikan anak-anak di daerah terdampak.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kehadiran ruang kelas darurat ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana,” ujar Muhammad Nuh.

Koordinator Tim Pembangunan Ruang Kelas Darurat sekaligus Ketua PD PERSIS Kota Medan, Joko Imawan, menjelaskan bahwa kolaborasi Kemendikdasmen dan PERSIS terus diperluas untuk mempercepat pemulihan sarana pendidikan di kawasan terdampak bencana lainnya.

Joko menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 7 ruang kelas darurat telah rampung dibangun dan sudah difungsikan penuh untuk kegiatan pembelajaran. Selain itu, pengerjaan 18 unit ruang kelas darurat lainnya tengah berlangsung di beberapa wilayah.

“Pembangunan 18 ruang kelas darurat lainnya sedang berlangsung di Kabupaten Langkat, Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah, dan selanjutnya akan dilanjutkan di Kabupaten Pasaman,” kata Joko.

Ia menambahkan, program ini diharapkan menjadi langkah respons cepat dalam menjaga stabilitas layanan pendidikan, sekaligus memperkuat kemitraan antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan warga lokal dalam menghadirkan sistem pendidikan yang tangguh dan inklusif.

Dalam kesempatan yang sama, Wamen Dikdasmen Prof. Atip Latipul Hayat menegaskan bahwa ruang kelas darurat merupakan solusi transisi. Ia menginstruksikan agar rehabilitasi gedung sekolah secara permanen dapat segera direalisasikan.

“Ruang kelas darurat ini harus segera dipermanenkan agar anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, aman, dan memperoleh lingkungan belajar yang layak. Pendidikan yang berkualitas harus didukung oleh fasilitas yang memadai,” kata Atip.

Related posts