matanewstv.com
Medan | Sebuah bangunan yang berdiri di atas lahan seluas sekitar satu hektare milik PT Pelindo Regional 1 di kawasan Pelabuhan Ujung Baru Belawan, tepatnya di Jalan Sulawesi II, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, tampak terbengkalai dan kini berubah menjadi semak belukar yang diduga menjadi sarang hewan buas.
Kondisi ini menjadi sorotan warga dan pekerja pelabuhan, Senin (9/6/2025).
Gedung yang dulunya digunakan sebagai depo kontainer oleh salah satu perusahaan penyewa tersebut kini tak lagi difungsikan dan telah hampir satu tahun dibiarkan tanpa aktivitas.
Rerumputan liar dan ilalang setinggi lebih dari satu meter telah menutupi sebagian besar halaman dan dinding bangunan, menambah kesan tak terawat dan memunculkan potensi bahaya lingkungan.
“Bangunan dan lahannya sudah tidak digunakan lagi sejak hampir setahun lalu. Dulu disewa untuk depo kontainer, tapi sekarang kosong. Kalau dibiarkan terus bisa jadi sarang binatang buas,” ujar seorang pekerja di kawasan Pelabuhan Ujung Baru kepada wartawan.
Ia juga menyayangkan minimnya perhatian dari pihak Pelindo selaku pengelola aset, yang seharusnya dapat mengelola lahan tidur dan aset tak terpakai dengan menggandeng investor atau pengguna jasa pelabuhan lainnya.
“Pelindo harusnya tanggap. Setiap aset yang tidak berfungsi sebaiknya segera divalidasi dan disewakan kembali kepada mitra. Ini bisa menambah pemasukan, baik bagi perusahaan maupun daerah,” tegasnya.
Kondisi bangunan yang terbengkalai juga dinilai dapat menimbulkan persepsi negatif masyarakat terhadap kinerja perusahaan BUMN tersebut.
Menanggapi hal itu, Humas PT Pelindo Regional 1 Belawan, Sabtia, saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa pihaknya sudah memiliki rencana untuk memanfaatkan kembali bangunan tersebut melalui kerja sama dengan calon mitra.
“Sudah ada rencana kerja sama dengan calon mitra bang, trims atensinya bang,” singkat Sabtia saat dihubungi wartawan.
Sejauh ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan gedung tersebut akan difungsikan kembali, namun masyarakat berharap pihak Pelindo segera mengambil langkah konkret agar aset negara tersebut tidak terus-menerus terbengkalai. (AH)

















