Simalungun, MATANEWSTV com — Penembakan misterius terhadap Pendi Saragih (50), warga Kampung Baru, Kecamatan Purba, pada 27 Mei 2024, menimbulkan spekulasi luas mengenai kemungkinan kaitannya dengan permasalahan waduk pecah di Purba Tongah, Kecamatan Tiga Runggu.
Kejadian tersebut masih menjadi misteri, namun banyak pihak yang menduga ada hubungan erat dengan banjir bandang Binanga Bolon dan pecahnya waduk atau danau buatan di Purba Tongah.
Waduk yang dibangun oleh Jamson Damanik, warga Purba, mengalami kerusakan besar pada 20 Desember 2023, menyebabkan bencana yang parah dan menjadi bahan pembicaraan hangat di masyarakat dan media sejak Februari 2024.
Kepolisian diminta untuk menyelidiki lebih dalam mengenai pembicaraan di warung tempat penembakan terjadi, baik pada hari kejadian maupun sebelumnya. Apakah isu seputar waduk dan bencana selalu menjadi topik pembicaraan di sana?
Menurut Paten Purba SMD, yang berbicara kepada media pada Sabtu, 1 Juni 2024, di Pematangsiantar bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila.
Jika kepolisian bekerja secara profesional, mereka mungkin akan menemukan bahwa Pendi Saragih mengetahui banyak tentang latar belakang politik dan permasalahan terkait pecahnya waduk tersebut.
Paten Purba menambahkan bahwa keterlibatan Pendi Saragih dalam diskusi-diskusi tersebut bisa menjadi alasan penembakan ini.
Paten Purba menegaskan bahwa permasalahan waduk pecah tersebut telah menjadi isu nasional karena dampak bencana yang menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat dan pemerintah.
Banyak pihak, termasuk Kementerian DAS dan Hutan, telah terlibat dalam upaya penanggulangan bencana ini.
Spekulasi berkembang bahwa penembakan Pendi Saragih oleh orang tak dikenal mungkin berkaitan langsung dengan kontroversi waduk pecah.
Kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap pelaku dan aktor intelektual di balik penembakan ini dengan kegigihan dan profesionalisme mereka.
“Jika memang benar ada kaitan antara penembakan Pendi Saragih dan permasalahan waduk pecah, maka nasib oknum-oknum yang terlibat dalam pembuatan waduk tersebut akan semakin terpuruk,” pungkas Paten Purba. (Nain)















