MATANEWSTV.com | Batu Bara — PT Prima Multi Terminal (PMT) mulai melayani pelayaran internasional langsung (direct call) dari Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, melalui layanan BBX3 milik perusahaan pelayaran global asal Prancis, CMA CGM, lewat anak usahanya CNC. Kehadiran layanan ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Kuala Tanjung sebagai simpul logistik internasional di Selat Malaka.
Pelayaran perdana tersebut ditandai dengan sandarnya kapal MV CMA CGM FUJI di dermaga Kuala Tanjung pada Senin (11/5/2026). Kapal sepanjang 185 meter dengan kapasitas 25.283 gross ton itu mengangkut sekitar 250 TEUs peti kemas dari Kuala Tanjung.
Layanan BBX3 CNC melayani rute Kuala Tanjung–Singapura–Port Klang–Da Nang–Nghi Son–Haiphong–Nansha–Shekou–Chittagong sebelum kembali ke Kuala Tanjung. Jalur ini membuka alternatif distribusi logistik baru bagi kawasan industri dan eksportir di Sumatera Utara yang selama ini masih bergantung pada pelabuhan transshipment di luar daerah.
Direktur Operasi dan Teknik PT PMT, Wahyudi, mengatakan masuknya layanan BBX3 CNC menjadi momentum penting bagi pengembangan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan hub internasional.
“Kedatangan CMA CGM FUJI bukan sekadar kunjungan kapal perdana, tetapi menjadi indikator bahwa Kuala Tanjung mulai diperhitungkan dalam jaringan pelayaran global,” ujar Wahyudi dalam keterangannya.
Menurut dia, selama ini arus barang dari Sumatera Utara harus melalui pelabuhan lain sebelum masuk ke jaringan internasional. Dengan adanya direct call, rantai distribusi menjadi lebih singkat, waktu pengiriman lebih efisien, dan biaya logistik berpotensi ditekan.
PMT, lanjut Wahyudi, terus memperkuat kesiapan operasional guna mendukung peningkatan arus peti kemas internasional. Upaya itu dilakukan melalui peningkatan efisiensi waktu sandar kapal (port stay), percepatan waktu barang di pelabuhan (cargo stay), serta dwelling time.
“Kami ingin memastikan Kuala Tanjung mampu memberikan standar pelayanan yang kompetitif dibanding pelabuhan internasional lain di kawasan Asia Tenggara,” katanya.
Ia menambahkan, Pelabuhan Kuala Tanjung memiliki posisi strategis karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia. Potensi tersebut dinilai penting untuk mendukung efisiensi logistik kawasan industri di hinterland Sumatera Utara menuju pasar ekspor.
Sementara itu, President Director CMA CGM Indonesia, Ikram Ghazali, mengatakan layanan BBX3 akan beroperasi dua mingguan (bi-weekly) dengan fokus memperkuat konektivitas perdagangan dari Sumatera Utara menuju Singapura, Malaysia, Vietnam, dan China Selatan.
“Kami bangga menjadi lini pelayaran pertama yang menawarkan direct call yang menghubungkan Kuala Tanjung dengan pasar strategis di Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Tiongkok Selatan melalui layanan BBX3 kami,” ujar Ikram.
Menurut dia, layanan tersebut juga membuka akses lebih luas bagi kawasan industri di sekitar Kuala Tanjung, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, agar terhubung langsung dengan jaringan logistik global CMA CGM tanpa ketergantungan penuh pada pelabuhan penghubung utama.
Kehadiran direct call internasional ini dinilai penting di tengah upaya pemerintah menekan biaya logistik nasional yang masih relatif tinggi dibanding sejumlah negara di Asia Tenggara. Konektivitas pelabuhan dan efisiensi rantai distribusi disebut menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing ekspor Indonesia.
Acara penyambutan pelayaran perdana CMA CGM FUJI turut dihadiri perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kuala Tanjung, Bea Cukai Kuala Tanjung, Pelindo Group, asosiasi pelayaran, serta sejumlah pelaku industri dan pemilik barang di kawasan hinterland Kuala Tanjung dan KEK Sei Mangkei.
Masuknya CMA CGM menjadi sinyal awal bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung mulai bergerak menuju fase baru sebagai gerbang logistik internasional di bagian barat Indonesia, tidak hanya sebagai pelabuhan domestik, tetapi juga pusat distribusi ekspor-impor yang terintegrasi dengan jaringan perdagangan global. (Red)

















