IMG-20260629-WA0278

Pelindo Regional 1 Salurkan Mesin Penepung Dukung “Desa Bebas Karbon” di Huta Tinggi Samosir

Samosir  | MATANEWSTV.com — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan desa berkelanjutan melalui Program Desa Bebas Karbon di Desa Huta Tinggi, Kabupaten Samosir.

Setelah sebelumnya meresmikan program tersebut, Pelindo kini menyalurkan bantuan berupa mesin penepung untuk mendukung produksi briket arang berbahan baku bonggol jagung.

Program ini bertujuan mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan ketahanan lingkungan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Limbah bonggol jagung yang selama ini dibakar, kini dimanfaatkan menjadi briket arang melalui proses pembakaran, penepungan, dan pencetakan.

Pada tahap awal, kelompok binaan Pelindo yang bernama Marsada Tani Huta Tinggi dilatih memproduksi briket secara manual.

Hasil pembakaran bonggol jagung ditumbuk dengan alat sederhana sebelum dicetak menjadi briket.

Melihat ketekunan masyarakat dalam mengikuti proses tersebut, Pelindo menyalurkan bantuan mesin penepung sebagai dukungan lanjutan.

Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono, mengatakan bantuan diberikan secara bertahap untuk membangun kapasitas masyarakat.

“Pertama kami memberikan pelatihan untuk membangun knowledge para kelompok. Setelah itu dilanjutkan pendampingan dua kali seminggu untuk membiasakan proses produksi sederhana,” ujarnya.

Ia menambahkan, kelompok binaan juga akan menerima peralatan tambahan seperti tungku pirolisis, mesin pengaduk, dan mesin cetak briket.

“Harapannya, ini dapat membuka ruang kerja baru bagi masyarakat Desa Huta Tinggi,” tambahnya.

Parelli Situmorang, petani yang tergabung dalam Marsada Tani Huta Tinggi, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Pelindo karena kini tahu bonggol jagung bisa dimanfaatkan. Selama ini hanya kami bakar, ternyata bisa jadi produk,” ungkapnya.

Pendamping Program Desa Bebas Karbon, Rizki Damanik, menyampaikan bahwa kelompok binaan telah berhasil memproduksi 784 briket atau setara 65 kilogram.

“Menjelang akhir tahun, ditargetkan kelompok dapat mencapai produksi 100 kilogram. Ini menjadi tantangan tersendiri karena mayoritas anggota juga berprofesi sebagai petani,” katanya.

Program Desa Bebas Karbon ini menjadi salah satu upaya Pelindo Regional 1 dalam mendukung pengurangan emisi serta menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

🔶 ( FS)

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 Biru-dan-Kuning-Modern-Strategi-Digital-Marketing-Untuk-Umkm-Presentation-20260521-175307-0000
Baca juga   Polres Samosir Buka Pendaftaran Calon Anggota Polri 2025, Ini Syarat dan Jadwalnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *