SAMOSIR | matanewstv.com
Sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawabnya, AIPDA Asa Melki Hutabarat, Bhabinkamtibmas Polsek Palipi, terlibat langsung dalam mendampingi warga Desa Sigaol Simbolon, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, dalam proses panen hingga penjemuran jagung.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari 14 hingga 17 Februari 2025, dan mencerminkan komitmen Polri untuk mendukung ketahanan pangan serta mempererat hubungan dengan masyarakat.
Pada Senin (17/02/2025), AIPDA Asa Melki Hutabarat melaksanakan patroli dialogis di Desa Sigaol Simbolon setelah Apel Jam Pimpinan di Lapangan Mako Polres Samosir.
Ia mendatangi rumah salah satu warga desa binaannya, Hotminar Boru Sihombing, yang baru saja memanen jagung bersama AIPDA Asa pada 14-15 Februari lalu.
Tak hanya berhenti di panen, AIPDA Asa juga turut membantu proses penjemuran jagung hasil panen bersama dengan Hotminar dan Asmaria Simbolon.
Setibanya di lokasi, AIPDA Asa Melki Hutabarat disambut oleh peralatan yang telah dipersiapkan warga, seperti mesin pemipil jagung dan tikar jemuran.
Ia segera bergabung dalam proses penjemuran, di mana Hotminar dan Asmaria bertugas memipil jagung, sementara AIPDA Asa meratakan jagung di atas tikar jemuran menggunakan alat penggaruk. Proses tersebut selesai sekitar pukul 12.10 WIB.
Tak hanya membantu secara fisik, AIPDA Asa juga memberikan pesan penting kepada warga untuk menyisihkan sebagian hasil panen untuk membeli bibit jagung baru dan terus bersyukur atas hasil yang telah diperoleh.
Ia juga mengingatkan pentingnya mendukung program ketahanan pangan yang sedang digalakkan pemerintah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Asa Melki Hutabarat, yang telah membantu kami dari proses panen hingga penjemuran. Kehadirannya sangat berarti bagi kami,” ujar Hotminar Boru Sihombing, dengan penuh rasa syukur.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif, menunjukkan kedekatan dan rasa solidaritas antara Polri dan masyarakat.
Inisiatif ini menjadi contoh nyata dukungan Polri terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat desa dalam mengelola hasil pertanian mereka.
■Nain
















