Pakpak Bharat, MATANEWSTV com –Wakil Bupati Pakpak Bharat, H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd., menghadiri acara “Advokasi Intervensi Serentak Dalam Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota Se-Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024” di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan. Acara ini diselenggarakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara dalam rangka mewujudkan upaya percepatan penurunan stunting melalui intervensi spesifik dan sensitif yang terintegrasi dan berkualitas.
Sekretaris Utama BKKBN RI, Tavip Agus Rayanto, menekankan pentingnya fokus pada pencegahan stunting baru dibandingkan hanya memperbaiki gizi anak yang sudah stunting.
Ia juga mendorong pemantauan calon pengantin dan pengantin baru untuk mencegah kelahiran bayi stunting.
“Jika kita fokus pada anak stunting, kemungkinan pemulihannya hanya 20%. Lebih baik fokus pada pencegahan stunting baru dengan memonitor calon pengantin dan pengantin baru,” ujar Tavip Agus Rayanto.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan prevalensi stunting 14,5% di tahun 2024, dari angka 18,9% saat ini.
Penjabat Gubernur Sumatera Utara, Hassanudin, mengatakan bahwa penanganan stunting membutuhkan kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan pihak-pihak lain.
“Stunting masih menjadi fokus utama kami di Pakpak Bharat. Ketepatan intervensi, seperti suplemen, ASI eksklusif, dan makanan pendamping ASI, sangat penting untuk menurunkan angka stunting,” jelas Wakil Bupati Pakpak Bharat, H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd.
Data Survey Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Pakpak Bharat tergolong tinggi, yaitu 28,9%, menempati peringkat ke-4 dari 33 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat berkomitmen untuk terus berupaya menurunkan angka stunting melalui berbagai intervensi yang tepat sasaran dan terintegrasi. (Heri)
















