IMG-20260629-WA0278

Kapolres Simalungun Turun Langsung Ungkap Misteri Kematian Remaja, TKP Terkunci dari Dalam

SUMUT 🔷 matanewstv.com

MATANEWSTV.com | SIMALUNGUN – Kepemimpinan dan ketanggapan Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., kembali teruji. Kali ini, beliau turun langsung memimpin pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat seorang pelajar SMP berusia 14 tahun di Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mengungkapkan pada Kamis (7/8/2025) sore bahwa langkah cepat Kapolres merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan responsif dan profesional kepada masyarakat.

“Kapolres langsung memimpin pengecekan TKP pada Rabu malam pukul 20.00 WIB hingga selesai, menerapkan standar operasional prosedur (SOP) secara profesional,” ujarnya.

Korban, remaja berinisial F, lahir di Berastagi pada 16 Desember 2010, ditemukan meninggal di dalam kamar rumahnya di Jalan Veteran No. 42 Lingkungan IV, Perdagangan I. Ia diketahui merupakan siswa kelas IX SMP yang tinggal bersama ibu dan kakaknya.

Penanganan kasus ini melibatkan tim gabungan, mulai dari Kabag Ren AKP Tugono, Kasat Reskrim AKP Herison Manulang, Kapolsek Perdagangan AKP Ibrahim Sopi, Tim Pusinafis Polda Sumut, Tim Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun, hingga perangkat kelurahan setempat.

Laporan awal diterima Kapolsek Perdagangan pada Rabu (6/8/2025) pukul 11.15 WIB.

Setelah itu, Kanit Reskrim IPDA Gerry D. Simanjuntak dan tim piket segera menuju lokasi. Olah TKP dilakukan Tim Inafis secara detail, termasuk pemeriksaan korban dan saksi-saksi.

Berdasarkan keterangan, ibu korban yang sedang berada di Berastagi merasa khawatir karena putranya tidak menjawab telepon sejak sehari sebelumnya. Ia meminta seorang saksi berinisial S untuk mengecek.

Saat pintu rumah berhasil dibuka, saksi mencium bau menyengat dan menemukan korban tergeletak di tempat tidur dengan kepala tertutup plastik putih, kaki menggantung, dan pintu kamar terkunci dari dalam.

“Kami tegaskan, informasi yang beredar bahwa korban diikat adalah tidak benar. Yang benar, kepala korban tertutup plastik putih,” kata AKP Verry Purba.

Hingga kini, polisi belum menemukan indikasi kuat pembunuhan. Namun, semua kemungkinan tetap diselidiki, termasuk dugaan bunuh diri.

Penyebab pasti kematian menunggu hasil autopsi dari RS Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar.

Penyelidikan juga mencakup pemeriksaan keluarga, saksi, teman korban, serta perangkat elektroniknya.

Kami akan mendalami motif dan penyebabnya secara menyeluruh,tegas AKP Verry Purba.

Kasus ini menjadi bukti komitmen Polres Simalungun dalam menerapkan prinsip kepolisian modern yang mengedepankan akurasi, transparansi, dan pelayanan prima, dengan pimpinan tertinggi turun langsung di lapangan.

(Ilham Lubis)

IMG-20260814-WA0199 IMG-20260810-WA0076
Baca juga   Polres Labuhanbatu Selatan Gelar Jumat Curhat di Dusun Karang Sari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *