Bologna vs Cremonese: Vardy Menggila di Renato Dall’Ara, Audero Jadi Tembok Ratapan Bologna

  • Whatsapp
Bologna vs Cremonese: Vardy Menggila di Renato Dall'Ara, Audero Jadi Tembok Ratapan Bologna

SiNews.id — Para pendukung Bologna di Stadion Renato Dall’Ara, dini hari tadi, harus menelan pil pahit. Mereka menyaksikan tim kesayangan mereka dibungkam oleh sebuah kombinasi langka: ketajaman veteran Jamie Vardy dan ketangkasan penjaga gawang berdarah Indonesia, Emil Audero Mulyadi. Cremonese sukses membawa pulang kemenangan meyakinkan 3-1 dalam lanjutan Liga Italia.

Sejak peluit mula ditiup, Bologna sebenarnya tampil beringas, mencoba membongkar benteng pertahanan tim tamu. Berkali-kali serangan I Rossoblù kandas, sebagian besar karena Audero, sang penjaga gawang, berdiri tegak bak menara di bawah mistar. Ia mementahkan setidaknya dua peluang emas Bologna di sepuluh menit awal pertandingan.

Read More

Ironisnya, di tengah gempuran itu, Cremonese justru mencuri momentum. Menit ke-31, Martin Payero membuka rekening gol lewat tembakan keras yang menembus jaring gawang, memanfaatkan kelengahan barisan belakang Bologna.

Hanya berselang empat menit, kejutan kedua hadir. Si Rubah Tua, Jamie Vardy—yang entah bagaimana ceritanya kini berkostum Grigiorossi—lepas dari perangkap offside. Dengan dingin, Vardy sukses menggandakan keunggulan. Skor 2-0 untuk Cremonese adalah sebuah pukulan telak yang membuat Renato Dall’Ara senyap.

Bologna sempat mendapat secercah harapan menjelang turun minum. Riccardo Orsolini berhasil mengeksekusi tendangan penalti, walaupun arah bola sebenarnya sempat terbaca oleh Audero. Defisit pun berkurang menjadi 1-2.

Namun, jeda tak mengubah nasib Bologna. Lima menit memasuki babak kedua, Vardy kembali menegaskan superioritasnya. Gol keduanya pada menit ke-50 memastikan kemenangan mutlak bagi Cremonese.

Meski Bologna tak mengendurkan tekanan, Audero terus menjadi tembok penghalang. Ia bahkan menggagalkan tembakan keras Orsolini dari dalam kotak penalti. Skor 3-1 bertahan hingga usai.

Kemenangan ini sontak melambungkan Cremonese ke posisi ke-11 klasemen dengan 17 poin. Sementara itu, Bologna, yang sejatinya berada di jalur menuju kompetisi Eropa, harus tertahan di peringkat keenam dengan koleksi 24 poin. Pertandingan ini kembali membuktikan bahwa dalam sepak bola, determinasi dan efisiensi acapkali lebih mematikan ketimbang sekadar dominasi bola.

Related posts