SINEWS.ID, JAKARTA – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara resmi merilis daftar pembagian pot untuk drawing Piala Asia 2027 pada Senin (4/5). Berdasarkan rilis tersebut, Timnas Indonesia dipastikan menempati pot keempat.
Proses undian atau drawing babak grup Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (9/5) mendatang. Agenda krusial ini nantinya akan dihadiri langsung oleh perwakilan dari PSSI dan jajaran ofisial Timnas Indonesia.
Penentuan pembagian pot ini didasarkan pada posisi Ranking FIFA terbaru. Menariknya, Arab Saudi selaku tuan rumah berhak menempati pot pertama secara otomatis, meskipun saat ini posisi mereka berada di luar peringkat 50 besar dunia.
Selain Arab Saudi, jajaran pot pertama diisi oleh kekuatan utama sepak bola Asia seperti Jepang, Iran, Korea Selatan, Australia, dan Uzbekistan. Sementara itu, pot kedua dihuni oleh Qatar, Irak, Yordania, Uni Emirat Arab, Oman, dan Suriah.
Berlanjut ke pot ketiga, terdapat tim-tim kompetitif yakni Bahrain, Thailand, China, Palestina, Vietnam, serta Tajikistan. Adapun Timnas Indonesia di pot keempat bersaing bersama Kirgisztan, Korea Utara, Kuwait, Singapura, dan pemenang antara Libanon atau Yaman.
Meski berada di pot terbawah, Indonesia bukan merupakan tim dengan peringkat terendah di grup tersebut. Saat ini, Skuad Garuda bertengger di peringkat 122 FIFA, masih berada di atas Kuwait, Singapura, dan Libanon/Yaman.
Konsekuensi logis dari posisi di pot keempat adalah besarnya potensi Indonesia untuk terjebak di grup neraka. Dalam format turnamen ini, setiap grup nantinya akan diisi oleh empat tim yang diambil dari masing-masing pot ke dalam enam grup yang tersedia.
Situasi ini sebenarnya bukan hal baru bagi Skuad Garuda. Pada edisi sebelumnya, Indonesia juga menghuni pot keempat, bahkan menyandang status sebagai tim dengan ranking paling rendah saat itu, yakni di posisi 149 FIFA.
Kala itu, Indonesia tergabung di Grup D yang sangat berat bersama raksasa Jepang, Irak, dan rival regional Vietnam. Namun, secara mengejutkan, Indonesia berhasil mencatatkan sejarah dengan lolos ke babak 16 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Pencapaian tersebut menjadi tonggak sejarah baru bagi persepakbolaan tanah air karena untuk pertama kalinya Indonesia mampu melaju dari fase grup. Kini, publik menanti apakah sejarah manis dua tahun lalu dapat terulang kembali di Arab Saudi. Hasil undian di Riyadh nanti akan menjadi langkah awal yang sangat menentukan.
Menjelang perhelatan akbar di tahun 2027, Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong (atau suksesornya) dituntut untuk terus meningkatkan kualitas permainan. Keberhasilan melaju ke 16 besar pada edisi 2023 memberikan modal kepercayaan diri yang besar bahwa peringkat FIFA bukan satu-satunya penentu hasil di atas lapangan.
Selain faktor teknis, kedalaman skuad menjadi kunci utama mengingat intensitas turnamen tingkat Asia yang sangat tinggi. PSSI diharapkan terus konsisten dalam program pengembangan pemain, baik melalui kompetisi domestik maupun optimalisasi pemain yang merumput di luar negeri, guna memastikan Indonesia tidak sekadar menjadi pelengkap di Piala Asia 2027 mendatang. (SN/Hsb)







