Medan | matanewstv.com
Kantor redaksi Tempo kembali menjadi sasaran teror dalam sepekan terakhir. Setelah menerima paket kepala babi tanpa telinga pada 19 Maret 2025, kini enam bangkai tikus tanpa kepala dikirim ke kantor mereka pada Sabtu pagi (22/3).
Aksi ini dinilai bukan sekadar gangguan, melainkan ancaman serius terhadap kebebasan pers di Indonesia.
Teror tersebut semakin mengkhawatirkan setelah akun Instagram @derrynoah mengunggah ancaman terbuka, menyatakan akan terus mengirimkan teror hingga kantor Tempo “mampus.”
Pemerintah Dinilai Tak Serius Menanggapi
Di tengah situasi yang mengancam ini, pernyataan Juru Bicara Kepresidenan, Hasan Nasbi, justru menuai kontroversi.
Saat dimintai tanggapan, ia merespons santai dengan berkata, “Dimasak aja,” seolah meremehkan teror yang menargetkan jurnalis.
Pernyataan tersebut langsung mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk Ketua Koperasi Pers Indonesia, Devis Karmoy.
“Seharusnya semua bentuk teror terhadap pers ditanggapi dengan serius, bukan dijadikan bahan candaan. Pernyataan pemerintah sangat penting untuk menunjukkan keberpihakan terhadap kebebasan pers. Jika hanya merespons dengan candaan seperti ini, peneror bisa merasa mendapat angin,” tegas Devis dalam keterangannya kepada media di Medan, Senin (24/3).
Tempo: Kami Tidak Gentar
Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mundur atau takut menghadapi intimidasi semacam ini.
“Kalau tujuannya untuk menakut-nakuti, kami tidak gentar. Tapi hentikan tindakan pengecut ini!” ujar Setri.
Koperasi Keluarga Pers Indonesia turut mendesak kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini. Mereka menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dari teror yang mengancam kebebasan pers.
Ancaman terhadap Demokrasi
Serangan terhadap media bukan sekadar ancaman bagi institusi pers, tetapi juga bagi demokrasi secara keseluruhan. Jika kasus ini tidak diusut dengan serius, bukan tidak mungkin aksi serupa akan menyasar jurnalis atau media lainnya.
Pihak kepolisian diharapkan segera bertindak untuk mengidentifikasi pelaku dan mengungkap motif di balik teror ini. Kebebasan pers adalah pilar demokrasi yang harus dilindungi dari segala bentuk intimidasi dan ancaman.
A.Yd ®
