Belawan, matanewstv.com –
TNI AL melalui KRI Torani-860 yang tergabung dalam Satgas Patkor Malindo 166/24 berhasil mengevakuasi empat nelayan asal Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan Selat Malaka. 21 November 2024
Proses evakuasi dilakukan setelah korban ditemukan oleh kapal pemancing Malaysia dan diserahkan ke Pos TLDM di Pulau Jara pada Rabu (20/11).
Evakuasi ini diawali dari informasi yang diterima Dansatgas Patkor Malindo 166/24 Kolonel Laut (P) Ristanto Putro, S.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., melalui Liaison Officer (LO) TLDM di Medan. Informasi tersebut menyebutkan adanya empat korban yang selamat di Pos TLDM Pulau Jara.
Keempat korban awalnya ditemukan mengapung oleh kapal pemancing Malaysia setelah kapal mereka ditabrak tanker saat cuaca buruk pada Minggu (17/11).
Dansatgas segera melaporkan situasi ini kepada Komandan Guskamla Koarmada I Laksamana Pertama TNI Anung Sutanto, S.Sos., M.Si., dan Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Dr. Yoos Suryono H., M.Tr (Han)., M.Tr. Opsla., serta berkoordinasi dengan LO TNI AL di Penang, LO TLDM di Medan, dan Asops Danlantamal I Belawan.
Pangkoarmada I menginstruksikan evakuasi segera dilakukan, sementara pencarian korban hilang terus dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Dalam proses evakuasi, unsur TLDM yang tergabung dalam Satgas Patkor Malindo, yaitu KD Mahamiru-11, mengambil para korban dari Pos TLDM Pulau Jara dan menyerahkannya kepada KRI Torani-860 di titik koordinat yang telah disepakati.
Selanjutnya, KRI Torani-860 membawa korban ke Mako Lantamal I Belawan untuk mendapatkan perawatan intensif di Rumkit Komang Makes Belawan.
Komandan Lantamal I Brigjen TNI (Mar) Jasiman Purba, S.E., CHRMP., langsung meninjau kondisi para korban di rumah sakit.
Beliau memerintahkan pemberian perawatan terbaik hingga kondisi para korban membaik sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Jasiman juga memberikan motivasi kepada korban selamat dan mengingatkan pentingnya keselamatan dalam melaut, termasuk perlengkapan keselamatan sesuai standar.
Salah satu korban selamat, Ahmad Jais (32), menjelaskan bahwa kapal mereka berangkat dari Tanjung Balai Asahan pada Jumat (15/11) pukul 08.00 dengan enam awak kapal.
Pada Minggu (17/11) pukul 12.00, saat cuaca buruk dengan hujan dan kabut, kapal mereka ditabrak oleh sebuah kapal tanker, menyebabkan kapal tenggelam.
Empat orang bertahan hidup dengan mengapung menggunakan tutup fiber box ikan, sementara dua orang lainnya hilang.
Pada Rabu (20/11) pukul 12.00, keempat korban yang bertahan diselamatkan oleh kapal pemancing Malaysia dan diserahkan ke Pos TLDM Pulau Jara. Hingga kini, pencarian terhadap dua korban hilang masih dilakukan.
Identitas Korban
Korban Selamat:
1. Ahmad Jais (32), Tanjung Balai Asahan
2. Saupi Bin Burhanuddin (46), Tanjung Balai Asahan
3. Wawan Sanjaya (27), Tanjung Balai Asahan
4. Sukarma (59), Tanjung Balai Asahan
Korban Hilang:
1. Bakri (44), Tanjung Balai Asahan
2. Iskandar (39), Tanjung Balai Asahan
TNI AL melalui Lantamal I Belawan memastikan bahwa mereka akan terus melakukan upaya terbaik dalam pencarian dan penyelamatan korban serta memberikan dukungan penuh kepada keluarga para korban.
(Dispen Lantamal I)
**Nain
