ACEH 🔷 matanewstv.com
MATANEWSTV.com | Banda Aceh — Kepolisian Daerah (Polda) Aceh bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta sejumlah polres jajaran berhasil menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah besar berupa 80,5 kilogram sabu, 1,3 ton ganja, dan 1 kilogram kokain sepanjang tiga bulan terakhir.
Hal tersebut diungkapkan Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, dalam konferensi pers di Aula Presisi Polda Aceh, Senin (6/10/2025).
Kapolda menjelaskan, pengungkapan kasus sabu bermula dari informasi masyarakat di Aceh Utara.
Berdasarkan penyelidikan Ditresnarkoba Polda Aceh, petugas menangkap seorang tersangka di Desa Alue Bade, Kecamatan Simpang Keramat, pada 30 September 2025, dan menyita empat goni berisi 70 bungkus sabu seberat 77,3 kilogram, dua mobil, satu telepon genggam, dan sejumlah dokumen pribadi.
“Dari pengungkapan lainnya ditemukan 3,2 kilogram sabu tambahan, sehingga total barang bukti mencapai 80,5 kilogram,” ujar Irjen Pol. Marzuki.
Sementara itu, kasus ganja diungkap Satresnarkoba Polres Gayo Lues pada 1 Oktober 2025.
Berdasarkan laporan masyarakat, petugas menemukan aktivitas distribusi ganja dalam jumlah besar oleh seorang warga berinisial AQ yang kini berstatus DPO.
Dari beberapa lokasi penggerebekan, total ganja yang berhasil diamankan mencapai 1,3 ton.
Selain itu, warga Gampong Iboih, Kecamatan Suka Makmue, Kota Sabang juga menemukan 1 kilogram kokain yang tersangkut di akar bakau pada 6 September 2025.
Barang tersebut kini diamankan Polres Sabang untuk pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolda menegaskan, seluruh pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), Pasal 132, serta Pasal 111 ayat (2) dan Pasal 115 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup.
“Dari hasil pengungkapan ini, Polda Aceh berhasil menyelamatkan sekitar 9,1 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba. Ini bukti nyata komitmen Polri dalam memberantas jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya,” tegas Marzuki.
Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang turut membantu aparat melalui informasi lapangan. Kapolda mengajak seluruh elemen untuk bersinergi menjaga Aceh agar tetap bersih dari narkoba.
“Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab kita bersama untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkotika,” pungkasnya.
(Nain)
