Indeks

Minim Pengawasan, Kantor Nagori Simalungun Kosong saat Jam Kerja dan BUMNag Terlantar

Simalungun, matanewstv.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun diduga kurang melakukan pengawasan terhadap pemerintahan Nagori dan Badan Usaha Milik Nagori (BUMNag).

Hal ini terlihat dari temuan kantor pemerintahan Nagori yang kosong pada jam kerja serta BUMNag yang tidak terawat dan terlantar di berbagai wilayah.

Kondisi ini diungkapkan oleh Hari Nasution saat berbincang santai dengan awak media di SMPG Kelurahan Amansari, Jalan Merdeka, Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Jumat, 18 Oktober 2024.

Kekosongan kantor pemerintahan dan BUMNag yang terbengkalai ini saya duga akibat minimnya pengawasan Pemkab Simalungun, khususnya dalam mengawasi pemerintahan Nagori dan BUMNag,” kata Hari.

Menurutnya, setiap tahunnya BUMNag harus diawasi dengan serius. Jika ditemukan BUMNag yang tidak berjalan atau tidak bermanfaat bagi desa dan masyarakat, pemerintah kabupaten perlu segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Seharusnya ada tindakan nyata dari pemerintah kabupaten untuk memastikan BUMNag berfungsi sesuai tujuan, terutama dalam memajukan perekonomian desa,” tambahnya.

Hari juga menyinggung isu yang beredar di masyarakat dan media sosial terkait dugaan penjualan sapi yang dibiayai dari Dana Desa oleh pemerintah Nagori Dolok Merangir 1.

Sapi yang dianggarkan sejak 2018 tersebut dilaporkan mengalami kematian, yang semakin memperkuat dugaan adanya kurangnya pengawasan dari Pemkab Simalungun.

Dana desa untuk pembelian sapi sudah dikucurkan lima tahun lalu, tapi hasilnya malah tidak maksimal karena kurang pengawasan. Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah kabupaten dalam mengawasi laporan tahunan BUMNag,” tegasnya.

Selain itu, Hari juga mengeluhkan seringnya ditemukan kantor pemerintahan Nagori yang kosong saat jam kerja. Menurutnya, hal ini menjadi indikasi minimnya pengawasan terhadap kinerja pemerintahan Nagori di Simalungun.

Kantor pemerintahan adalah tempat masyarakat Nagori untuk menyelesaikan berbagai permasalahan, baik administrasi maupun masalah sosial. Kekosongan ini menunjukkan kurangnya perhatian dari pemerintah kabupaten,” jelasnya.

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Simalungun yang akan digelar dalam beberapa hari ke depan, Hari berharap siapapun yang terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Simalungun akan lebih fokus pada peningkatan pengawasan terhadap pemerintahan Nagori dan BUMNag.

Hal ini, menurutnya, sangat penting demi kesejahteraan desa dan masyarakat.

Semoga kepala daerah terpilih dapat mewujudkan pemerintahan yang lebih baik dan memastikan program-program pemerintah berjalan sebagaimana mestinya,” harapnya.

(Kaperwil Nain)

 

 

Exit mobile version