banner 728x250

Puluhan Emak-Emak Geruduk Pabrik PT. Rusindo Prima Food Industri Terkait Pembuangan Limbah. 

 

 

banner 728x250

Deli Serdangmatanewstv.com

Puluhan warga yang didominasi oleh emak-emak menggeruduk PT Rusindo Prima Food di Jalan Tandem Hilir, Desa Tandem Hilir 1, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (17/01/2024)

 

Kedatangan warga tersebut memprotes limbah perusahaan yang memproduksi mie dibuang ke drainase di areal permukiman warga.

Pengamatan awak media di lokasi , warga langsung masuk ke dalam pabrik dan langsung bertemu dengan pihak perusahaan.

Safitri salah satu warga mengatakan, warga sudah jenuh dengan limbah yang terus keluar dari PT. Rusindo Prima Food.

 

Bukan hanya sekali ini kami sampaikan protes ini bang sudah berulang kali, namun pihak pabrik menganggap angin lalu saja,”ucapnya.

Dijelaskan Safitri, limba yang dibuang pihak pabrik melalui drainase dilingkungan warga berwarna hitam dan berbau busuk.

 

Pihak pabrik membuang limbah pada tengah malam dan saat musim hujan, kalau sudah buang aromanya bikin sesak dada bang,” jelasnya.

 

Akibat limbah tersebut, seluruh sumur milik warga Dusun III tak dapat lagi digunakan karena sudah tercemar dari limba,“tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Safitri mengatakan warga menunggu niat baik perusahaan untuk menutup aliran limba tersebut.

Kami uda minta pihak perusahaan untuk menutup aliran limba dalam waktu satu minggu, kalau tak ada tindak lanjut dari perusahaan kami warga yang akan menutupnya sendiri,” ancamnya.

Sedangkan pihak dari perusahaan tidak ada yang bersedia menemui wartawan untuk dikonfirmasi terkait keluhan warga tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Tandem Hilir 1 Herianto yang dihubungi via telpon mengatakan pihaknya telah ikut dalam mediasi yang diadakan pihak Pemdes, warga dan pihak perusahaan.

Baca juga   SOSPER No. 2 Tahun 2023 Bersama Anggota DPRD Deliserdang H. Rakhmadsyah, SH

 

Saya lagi di Pemkab ada kegiatan, jadi yang hadir tadi dalam mediasi ada Sekdes, Ketua BPD, Kadus dan Bhabinkamtibmas. Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan berjanji akan menutup aliran limba tersebut dalam waktu seminggu. Jadi kita lihat aja nanti ya bang,“ucapnya ( Nain )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *