Pria Lansia Ditemukan Tewas dengan Luka Tusukan di Medan Helvetia

 

MATANEWSTV com | Medan, Sumut -Seorang pria lansia bernama Bima Parangin-angin (60) ditemukan tewas dengan luka tusukan di rumahnya di Jalan Klambir V, Link I, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, pada Senin (18/3/2024) malam.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh anak korban yang tinggal di Pekanbaru, Riau. Ia mendapatkan informasi dari tetangganya bahwa rumah korban kemalingan.

Anak korban kemudian menghubungi dua orang saudaranya, Peringeten Perangin-angin dan Vetra Sitepu, untuk mengecek ke rumah korban.

Sesampainya di lokasi, kedua saksi melihat rumah korban sudah ramai dan korban sudah meninggal dunia dengan darah berceceran di sampingnya.

Saksi kemudian menghubungi pihak kepolisian. Petugas Polsek Medan Helvetia dan Tim Inafis Polresta Medan kemudian datang ke lokasi kejadian.

Hasil olah TKP, ditemukan 5 luka tusukan di badan belakang korban dan luka pukulan di kepala. Diduga korban dibunuh oleh seseorang yang masuk ke rumahnya untuk mencuri.

Indikasi pelaku sampai saat ini belum dapat diketahui, dan sedang dalam proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian,” kata Kapolsek Medan Helvetia Kompol Alexander Putra.

Barang bukti yang diamankan dari TKP antara lain mesin CCTV, sebilah besi runcing, dan uang kertas yang diikat karet yang ditemukan di saku celana korban.

Petugas yang hadir di TKP antara lain Kapolsek Medan Helvetia, Kanitreskrim Polsek Medan Helvetia, Babinsa Kel Tg. Gusta, Piket Koramil 06/MS, Lurah Kel Tg Gusta, Kasi Trantib Kel Tg Gusta, dan Kepala Lingkungan I Kel Tg Gusta.

Tindakan yang dilakukan di TKP antara lain memasang police line, melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, mendokumentasi TKP, dan membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diotopsi,” jelas Kompol Alexander Putra.

Baca juga   DANLANAL NIAS Ungkap Kasus Satu Oknum LANAL NIAS Yang Diduga Telah Menghilangkan Nyawa Salah Seorang Calon Siswa Bintara TNI AL

Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.   *(Nain)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *