Nelayan Tradisional Menjerit.! Limbah MFO Matikan Biota Laut, Mangrove Di Pesisir Belawan

Berita1042 Dilihat

matanewstv.com

BELAWAN – Tumpahan limbah MFO (Marine Fuel Oil) dari kapal di pelabuhan Ujung Baru Belawan mencemari pesisir laut Belawan. Dikuatirkan pohon Mangrove dan keseluruhan biota laut dapat mati, Senin (22/1/2024).

Dampak dari tumpahan MFO diduga cepat memusnahkan biota laut seperti ikan, perkembangbiakannya menjadi terganggu dan pohon Mangrove.

Hutan mangrove juga terkena tumpahan minyak.

Bahkan limbah minyak yang tumpah akan membentuk lapisan di permukaan air, menghambat pertukaran oksigen antara air dan udara. Sehingga mengakibatkan oksigen rendah di dalam air, dan ikan sulit bernapas, lalu menyebabkan kematian massal.

Selain itu, limbah minyak juga dapat mencemari air dengan senyawa kimia berbahaya. Minyak mengandung zat-zat seperti hidrokarbon yang beracun bagi organisme laut, termasuk ikan dan plankton.

Ikan yang terpapar minyaki limbah minyak secara langsung dapat mengalami kerusakan pada sistem pernapasan ikan, sistem saraf, dan organ dalam lainnya. Bahkan ikan yang hanya terpapar sedikit dapat mengalami efek jangka panjang, termasuk penurunan pertumbuhan, penurunan reproduksi, dan perubahan genetik yang berpotensi turun-temurun.

Tumpahan minyak juga dapat menghancurkan atau merusak habitat ikan, seperti terumbu karang, padang lamun, dan padang rumput laut. Ikan yang tergantung pada ekosistem ini untuk makanan dan perlindungan akan terancam jika habitat mereka rusak atau hancur akibat tumpahan minyak.

Nelayan yang paling terdampak dari limbah minyak MFO adalah nelayan jaring kepiting, bubu kepiting, bubu pancang, jala udang, rawe senangin, jaring seloncong, jaring gulama, jaring belanak, bubu alur, jaring senangin dan belat.

Parahnya lagi, akibat limbah minyak pohon Mangrove bakal terganggu, kering dan mati perlahan karena minyak menimbulkan dampak panas.

Seorang nelayan Rais (58) mengatakan akibat pencemaran minyak nelayan bakal semakin sulit mendapatkan ikan di laut.

Baca juga   Patroli Pasar Jelang Ramadhan, Polsek Syamtalira Bayu Jaga Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat

“Kita pastikan kalau nelayan tak mendapatkan ikan di laut terkhusus kepiting, kerang dan udang karena hutan Mangrove seluruhnya tercemar limbah minyak. Diduga jauh jarak yang dicemari dari titik tumpah minyak sejauh 10 mil ,” (beber Rais)

Dampak dari tumpahan minyak yang lengket di penyangga rumah nelayan.

Penelusuran awak media jejak bekas pencemaran minyak MFO terlihat di bawah tonggak rumah warga, penyangga dermaga PLN Sicanang, belat (Jaring Pukat Ikan) dan batang pohon Mangrove di pesisir laut Belawan.

 

(Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *