Kurangnya Perhatian Pemerintah Terhadap Ketahanan Pangan Di Provinsi Sumatera Utara Membuat Rakyat Menderita

BREKING NEWS93 Dilihat

Matanewstv.com | | Sumatera Utara – Dua Pekan jelang memasuki Bulan Ramadhan 1445 Hijriah dan Pasca pembagian Bansos yang sangat membludak sebelum Pemilu kemarin, kurang stabilnya harga pangan, khususnya cabai dan bawang merah di Provinsi Sumatera Utara, tanpa disadari membuat rakyat semakin menderita.

Pasalnya program pembagian bansos tersebut tidak mampu mensejahterakan bahkan kesannya dipaksakan dan membuat masyarakat semakin malas serta terlalu berharap agar dapat bantuan terus dari Pemerintah, padahal itu merupakan bagian dari Politik yang muncul dan telah viral di berbagai media sosial, Selasa (27/02/2024).

Saat awak media yang bertugas mengecek langsung ke lapangan sembari mewawancarai seorang ibu yang terlihat sedang berbelanja di pasar mengatakan “Harga beras naiknya Rp 2.000 – Rp 2.500 per kilogramnya, kemaren harga beras merk Anggur masih Rp 15.000, kini sudah Rp 17.000 per kilogram, jadi kami paling bisa beli yang eceran saja, 1 atau 2 kilogram”, (keluh ibu tersebut).

“Ia pun berharap harga beras tidak semakin melonjak mendekati dan saat bulan puasa nanti,” (Harapnya).

 

Sementara itu, salah satu penjual beras di Pasar Petisah Kota Medan, mengatakan semua jenis beras baik beras lokal maupun beras Jawa semua mengalami kenaikan saat ini.

Dengan demikian dalam program ketahanan pangan ini, Kapoldasu Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi bersama pihak yang terkait dalam hal ini Dinas Pertanian, Koperasi dan lainnya agar dapat menggandeng petani lokal menjadi mitra.

Sebabnya dalam urusan permodalan serta pemasaran masih banyak persoalan, salah satunya setelah panen mereka harus dipaksa menjualnya dengan harga yang sangat murah oleh para tengkulak namun sampai di pasar sudah sangatlah tinggi.

Baca juga   Mantan Kepala Dinas Kesehatan Deli Serdang Terpidana Korupsi

Untuk mencegah spekulasi harga pangan yang sangatlah tinggi, diharapkan Bapak Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi dan semua pihak harus bersinergi.

Dimana daerah yang kekurangan bahan pokok tertentu, harus betul-betul disupport daerah lain sehingga tidak ada inflasi yang berlebihan.

Dimana diharapkan dibawah Kepemimpinan Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi yang juga selaku Ketua Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, diharapkan pula agar dapat selalu memantau serta menstabilkan harga bahan pangan di Provinsi Sumatera Utara terkhusus Kota Medan yang sudah melambung tinggi.

Misniar**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *