Keistimewaan Hari Jum’at Sebagai Penghulunya Hari Dalam Islam

Agama652 Dilihat

matanewstv.com

Deliserdang – Pada Hari Jum’at 02/02/2024 ini, Kita akan kupas Keistimewaan hari Jum’at dalam Islam.

Dalam Islam hari Jum’at adalah Penghulunya hari, dan memiliki banyak keistimewaan serta pada hari Jum’at smua amalan dilipat gandakan pahala nya.

Bukan hanya itu hari Jum’at merupakan hari terbaik dari hari-hari lainnya, Hari Jum’at juga merupakan hari raya nya Orang beriman.

Keistimewaan Hari Jumat

Di buku Al-Bait, Misteri Sejarah Ka’bah dan Hilangnya Di Akhir Zaman oleh H. Brilly El-Rasheed, S.Pd, dijelaskan sejarah hari Jum’at bagi umat muslim berawal dari malaikat Jibril yang berkata kepada Rasulullah SAW.

“Ini adalah hari Jumat. ALLAH SWT menunjukkannya kepadamu agar menjadi hari raya bagimu dan bagi umatmu sepeninggalmu, ada kebaikan di dalamnya bagi kalian.”

“Engkau menjadi yang pertama, Yahudi dan Nasrani menjadi setelahmu. Di dalamnya ada satu waktu, setiap hamba yang berdoa kepada Rabbnya memohon kebaikan pasti dikabulkan, atau memohon perlindungan dari keburukan pasti dijauhkan dari bahaya yang lebih besar dari yang diminta. Dan kami memohon kepada ALLAH SWT di akhirat kelak ada hari penambahan pahala.” [Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 694].

Sejak saat itu Nabi Muhammad SAW banyak sekali menyebutkan keutamaan-keutamaan hari Jum’at atas hari yang lain kepada para sahabat.

Hal itu dilakukan Nabi Muhammad SAW untuk menarik simpati agar para sahabat dan umat muslim memuliakan hari Jumat.

Hadits Tentang Hari Jum’at 

Dari Abu Lubabah bin ‘Abdul Mundzir, Rasulullah SAW berkata, “Sesungguhnya hari Jum’at adalah Penghulu segala hari, dan hari yang paling agung di sisi ALLAH SWT dari hari ldul Adha dan ldul Fitri”. 

Pada hari Jum’at terjadi lima peristiwa, Pada hari tersebut ALLAH SWT menciptakan Adam as, ALLAH SWT mendaratkan (melemparkan) Adam ke dunia, serta hari diwafatkannya Adam as, terdapat sebuah waktu yang apabila seorang hamba berdoa (meminta sesuatu), ALLAH SWT akan memberikannya selama yang diminta bukan sesuatu yang diharamkan (pada hari tersebut), juga akan terjadi hari kiamat Serta tidaklah para malaikat yang dekat, langit, bumi, angin, gunung dan lautan kecuali mereka takut kepada hari Jum’at. (Hasan: Shahih Sunan lbnu Majah no. 895]

Baca juga   Melalui Peringatan Isra’ Mi’raj, Polresta Deli Serdang Tingkatkan Keimanan dan Soliditas Guna Wujudkan Polri Yang Presisi

Dari Syaddad bin Aus, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jum’at. Pada hari tersebut diciptakannya Adam as, pada hari tersebut ditiupkan sangkakala yang pertama, dan pada hari tersebut ditiupkan sangkakala yang kedua.” (Shahih Ibnu Majah no. 896; Shahih Abu Daud no. 962]

Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Hari yang terbaik di mana setiap kali matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari Jum’at Adam as diciptakan dan pada hari itu juga dimasukkan ke Surga, serta tidak terjadi kiamat kecuali hari Jum’at.” [Shahih Muslim no. 403]

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW juga menyatakan, “Kita adalah umat yang datang belakangan, namun mendahului pada hari kiamat. Mereka (umat sebelum kita) diberi kitab (oleh ALLAH SWT) sebelum kita, dan kita diberi-Nya sesudah mereka. Ini adalah hari yang diwajibkan atas mereka (untuk diagungkan) namun mereka tidak mematuhinya. Maka ALLAH SWT memberikan hidayah kepada kita. Sementara umat lain akan mengikuti kita dalam hal ini. Yahudi besok (hari Sabtu) dan Nashrani lusa (hari Ahad)” [Shahih Al Bukhari no. 467]

Keistimewaan hari Jum’at ternyata tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat.

Nabi SAW menceritakan, “Kerinduan penghuni Surga yang paling hebat hanyalah kepada kedatangan hari Jum’at, sebab dengan itu mereka dapat melihat Rabb mereka dan keagungan-Nya secara lebih jelas lagi. Karenanya hari Jum’at disebut sebagai yaum al-mazid atau hari pertambahan pahala kebaikan.”

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *