Dana Program Indonesia Pintar Tertahan, Ketua Yayasan Delisha Dituduh Terlibat Skandal

 

matanewstv.com. ||HAMPARAN PERAK – Dana Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi sorotan. Diduga bantuan buat murid sekolah tersebut ditahan Ketua Yayasan Delisha di Desa Tandem Hilir II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang

Kejadian itu mencuat setelah adanya demo ratusan wali murid Selasa (30/1/2024) ke yayasan sekolah Delisha di Desa Tandem.

Diketahui ratusan murid dibawa pihak Yayasan Delisha ke Bank BNI cabang Petisah Medan dan BNI Cabang Stabat Langkat.

Malahan dugaan keras Ketua Yayasan Arif ada merekayasa data murid untuk mendapatkan dana PIP.

Awalnya murid diberangkatkan dari sekolah Delisha sebanyak 2 bus membawa seratusan siswa-siswi SMK Delisha.

Setelah menunggu dan mendapatkan dana PIP sebesar Rp 1 juta lalu para murid pulang dan dikumpulkan kembali di sekolah Delisha.

Dengan modus untuk uang SPP sekolah, lalu Ketua Yayasan Delisha Arif
meminta kembali dana PIP dari para murid senilai Rp 1 juta dan mengembalikannya Rp 100 ribu.

Namun anehnya Ketua Yayasan Delisha diduga ada mengintimidasi para murid sekolah.

Jangan coba-coba memviralkan sekolah kalau tak mau menanggung resikonya,’ kata ketua yayasan ditirukan Boy kepada wartawan.

Bukan itu saja, ketua yayasan juga membariskan murid lalu mencemooh dengan mengatakan ‘dana PIP bukan untuk beli cabe dan gincu mamak kelen ya’.

Pemerhati pendidikan S Chaniago (53) mengatakan kasus penahanan dana PIP menimbulkan kekhawatiran terhadap integritas program-program bantuan sosial lainnya, sementara pemerintah diharapkan untuk segera mengambil langkah-langkah tegas demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap upaya peningkatan pendidikan di negeri ini.

Ini jelas tindakan yang sangat merugikan anak didik melalui dana PIP sehingga pemerintah melalui pihak Kepolisian harus segera mengusut kebenarannya,” beber S Chaniago.

Baca juga   Polresta Deliserdang Gelar Konferensi Pers Kasus Pengeroyokan Di Jalan Arteri Kualanamu

Ketua Yayasan Delisha Arif terkesan membantah dan seakan menantang konfirmasi wartawan.

“Silahkan konfirmasi ke sekolah dan bawa pihak-pihak yang keberatan. Kok bisa saudara mengatakan itu?,” ketus Arif.  (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *